BSD City Diminta Peduli Lingkungan Desa Lengkong Kulon



Tokoh masyarakat H Marzuki didampingi Sekretaris Desa Lengkong Kulon Mulyadi menandatangani berita acara penerimaan sumbangan sejumlah pohon dan sarana kebun produktif dari PT Astra International Tbk Daihatsu DKI 1 pada 20 Desember 2017

KABTANGERANG | BantenLink — Dalam negara ada rakyat, pemerintah dan penguasa. Namun, seharusnya pemerintah menggebrak pengusaha agar masuk dan bermanfaat di masyarakat. Kutipan ini dikatakan tokoh masyarakat Desa Lengkong Kulon, H Marzuki.

Pada tahun 1982, saat pihak BSD sedang mulai ramai membeli lahan warga, dirinya pernah mengingatkan Kades almarhum Madsai, yang masih saudara sepupunya agar berfikir panjang. Dimaksudkannya agar warga Lengkong Kulon tidak terdesak seperti suku Aborigin di Australia.

Kenyataannya terlihat seperti sekarang ini, pembangunan di desa yang terletak di Kecamatan Pagedangan itu meskipun sangat pesat, tapi seperti tidak memperhatikan kondisi masyarakat pribuminya.

H Marzuki mengaku, di tahun 2000-an ikut menandatangani amdal lingkungan oleh pemerintah dan pengusaha untuk pembangunan desa Lengkong Kulon, harus dengan lingkungan.

Pada desa seluas 600 hektar yang berbatasan dengan kelurahan Medang, desa Cihuni, desa Pagedangan dan kali Cisadane yang kini dipimpin Kepala Desa Moh Faiz itu dahulu sebagiannya merupakan hamparan sawah produktif itu kini rawan banjir karena urugan diatasnya diurug pengembang.

Soal amdal, dimintanya pihak pengembang tidak hanya kordinasi dengan desa tapi juga ke lingkungan RW dan RT dalam meminimalisir dampaknya. Sebab masyarakat langsung merasakan penggunaan efek polusi hidrolik, sampai radius tertentu.

Dia mengharapkan BSD yang makin giat membangun tidak hanya berjualan, tapi juga mengevaluasi dampak kegiatannya. Selain itu, di desa Lengkong Kulon dikenal Lengkong Kiai atau Lengkong Ulama agar berpartisipasi dalam bakti sosial dan hari besar keagamaan.

Saat ini baru PT Astra Daihatsu yang memperhatikan di bidang pendidikan, kesehatan, usaha dan lingkungan. Di bidang wirausaha diajarkan manajemen usaha, alat-alat, posyandu, meskipun tidak memberikan uang. (Edy Tanjung)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply