2018, Membidik Konsumen Takut Ketinggalan dan Senang Belanja Online

Motivator Bong Candra bersama pejabat Pemkot Tangerang Selatan

TANGSEL | BantenLink — Ekonomi di tahun 2018 yang disebut tahun politik harus dijalani dengan optimis. Kalau ditanggapi pesimis, malah akan berefek domino. Seharusnya tahun politik itu dapat menumbuhan ekonomi karena banyaknya perputaran uang.

Tangerang Selatan sebagai kota modern dengan andalan perdagangan dan jasa, meski baru berdiri namun sudah mengalami perubahan drastis. Hal itu diungkapkan motivator investasi Bong Candra pada kegiatan Business Forum and Investment.

Memprediksi prilaku bisnis dan investasi di Kota Tangsel 2018. menurut dia harus membidik kecenderungan konsumen yang masih f
senang belanja barang-barang yang diekspos di social media.



Konsumen beralih dari retail ke online, sebagai sesuatu pengalaman. Makan makanan jenis baru sebagai experience. Takut orang duluan atau ketinggalan. Mencoba sesuatu yang baru walau beda selera. Konsumen tak takut terlilit hutang,
tapi takut didahului atau ketinggalan dari orang lain.

Demi pengalaman mengasyikkan menjadi tidak realistik. Takut Ketinggalan di zaman now, tapi prilaku seperti kembali ke zaman dulu. Mencoba sesuatu yang baru menikmati kopi yang diseduh dengan air dingin, namun menunggu kopi yang digiling langsung dari biji di kafe.

Trendy mengikuti marathon. Orang DKI malah nonton konser sampai berkali atau melihat pameran mobil taraf internasional di luar kota atau sengaja nonton bioskop ke BSD.

Menurut owner perusahaan apartemen ini, banyak yang senang mengantri Seharusnya, konsumen menunjukkan jati diri, jangan menjadi orang lain. Sementara saat event marathon perusahaan sampai tidak mencari keuntungan karena tidak perlu diiklankan.

Acara lari cukup disebar di media sosial. Atau perusahaan air mineral menyebutkan bagian uangnya untuk kegiatan sosial, malah bukan bikin objektif tapi makin subyektif.

Untuk sukses berbisnis di tahun 2018 dapat memanfaatkan prilaku orang Indonesia suka dilayani.

Investasi Apartemen

Pertumbuhan properti strateginya harus menawarkan fasilitas infrastruktur, prakiraan dan sarana lainnya yang lengkap yang akan ramai jika weekend.

Spekulan bermain keinginan, maunya 10 apartemen tapi punya uang cuma 5 apartemen. Akhirnya, kalau tidak terjual, ya dipakai sendiri. (Edy Tanjung)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply