Jelang Tahun Baru Produsen dan Penjual Petasan Diamankan Polres Tangsel



Konferensi Pers Polres Tangerang Selatan

TANGERANG | BantenLink — Dua warga Kampung Kandang, Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Senin (18/12/2017), diamankan pihak kepolisian berkaitan membawa dan diduga memroduksi sejumlah petasan untuk dijual.

Kapolres Tangerang Selatan, Fadli Widiyanto SiK SH MH, Selasa (19/12/2017), mengatakan keduanya diamankan terkait operasi kepolisian menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Menurutnya, operasi di bawah komando Kapolres Tangerang Selatan dengan Kanit Reskrim AKP A Alexander SH SiK MM MSi itu, dilaksanakan Polsek Kelapadua di bawah pimpinan Kompol Endang Sukmawijaya SH dengan Kanit Reskrim AKP Mukmin SH.

“Petasan yang dimiliki Mulyadi (47) diduga untuk dijual, karena akan ada yang menggunakannya untuk meramaikan malam tahun baru.
Diketahui, petasan menjadi pilihan penggunanya lantaran harganya jauh lebih murah dibandingkan membeli kembang api.

Sayangnya, penggunanya tak memikirkan resiko petasan yang meledak di bawah dan bisa mengakibatkan luka berat bagi orang yang terkena ledakannya,” ujar Fadli Widiyanto.

Dia menambahkan, Mulyadi diamankan petugas karena tidak bisa membuktikannya untuk digunakan pada pesta hajatan. Seperti diketahui, selama ini pembakaran petasan menjadi tradisi yang digunakan sebagian masyarakat untuk menandai perkawinan atau sunatan. Namun resikonya relatif aman karena diledakkan di atas pohon atau bambu serta di tempat yang jauh dari orang ramai.

Kapolres Tangsel menerangkan, polisi mengamankan tersangka di Perumahan Dasana Indah, Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang karena membawa 2 gulung petasan dalam bungkus plastik.

“Setelah ditelusuri, Mulyadi menyebutkan membelinya dari Asra (39), yang memproduksi petasan di Kampung Kandang RT 03/02, Jatake, Pagedangan.

Dalam kasus penjualan petasan tersebut keduanya diancam Pasal 1 ayat 1 dan 3 Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman sampai seumur hidup atau hukuman mati,” papar Kapolres Tangsel.

Lebih jauh, katanya, pasca mengamankan Mulyadi pihak Kepolisian Kelapadua mendapatkan informasi dan menelusuri asalnya.

Infonya, produksi petasan berasal dari industri rumahan milik Asra. Dari rumahnya di Kampung Kandang, Desa Jatake itulah akhirnya ditemukan 3 gulung petasan siap jual.

“Guna penyidikan lebih lanjut Kapolsek Kelapadua menyita sebanyak 1934 Petasan diameter 2-4 cm, 76 petasan berukuran 4,5-9,5 sentimeter, 12 ikat kertas bahan petasan dan 3 gulung sumbu,” katanya lagi.

Sementara itu Arsa saat ditemui bantenlink.com membantah petasan yang ada di rumahnya bukan untuk dijualnya. Dia mengatakan dirinya sejak sering dirazia dirinya tidak lagi memproduksi petasan.

“Petasan tersebut sebagai sisa dari produksi lebaran saja, setelah itu saya tidak membuatnya lagi,” tuturnya. (Nyayu Titing/Edy Tanjung)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply