Dicuekin, Ini Dalih Preman Sabet Leher Tukang Nasgor



Tersangka penganiaya Mujiono, tukang nasi goreng yang cuek saat diminta api (korek api) untuk merokok


Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto dan Kasat Reskrim menunjukkan alat bukti penganiayaan terhadap tukang nasi goreng Mujiono

TANGSEL | BantenLink — Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widiyanto SIK SH MH, mengimbau warga tetap peduli dengan orang lain, meskipun sedang ada kegiatan. Pasalnya, hanya karena persoalan kecil bisa menjadi besar, bahkan berbuntut perbuatan kriminal.

Seperti yang dilakukan Indra Suryana (29) dan Andre (26) yang mengeroyok dan menyabet leher Mujiono (30) pakai besi hingga luka berat, hanya karena merasa tersinggung atas sikap tidak peduli pedagang nasi goreng itu. Sebelumnya dikabarkan, kedua tersangka diduga hanya mencari gara-gara berpura-pura meminta api rokok.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka, saat Suryana meminta api rokok (korek api), sampai melakukan perbuatan kriminal karena merasa tersinggung pada sikap cuek Mujiono yang sedang main handphone dan menyuruh sulut api rokok dari kotak tempat pembakaran ayam bakar saja,” ujar Kapolres AKBP Fadli Widiyanto.

Lebih lanjut diungkapkan Kapolres Tangsel, Indra dan Andre sebelumnya telah melihat Mujiono menyalakan api rokok yang dihisapnya. Tapi karena asik bermain handphone, seperti tidak mau terganggu. Hal ini membuat tersangka menganggap Mujiono pelit dan sombong, yang menyebabkan keduanya kesal dan tersulut emosi. Apalagi sebelumnya keduanya baru mengonsumsi minuman keras yang diduga berefek atau mempengaruhi emosi kedua pelaku.

“Saat tim Reskrim Polsek Ciputat sedang berpatroli untuk mengontrol wilayah mendapatkan informasi tentang keributan yang menyebabkan seseorang terluka. Seterusnya anggota kami melakukan pertolongan pada korban serta melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap kedua tersangka pelaku kekerasan,” imbuh AKBP Fadli.

Hal tersebut diakui kedua tersangka. Saat dimintai keterangan Indra Suryana diamini Andre mengatakan, pada kejadian Kamis 14 Desember 2017, sekira jam 02.00-02.30 WIB dinihari itu, yang membuatnya marah karena sempat melihat Mujiono baru menyalakan api untuk rokok yang diisapnya.

“Waktu saya ke tempat pembakaran untuk ayam bakar untuk membakar rokok, ternyata baranya pun tidak nyala lagi. Pas di situ saya temukan besi sepanjang 40 cm dan lebar 5 cm yang digunakan untuk meratakan bara. Saking kesalnya, akhirnya saya sabetkan ke leher korban,” terang Indra Suryana.

Dalam peristiwa itu, disebutnya Mujiono melawan sehingga terjadi perkelahian. Sampai kakaknya bernama Wagiman yang mendengar ribut-ribut kedua tersangka dan Mujiono, keluar rumah untuk membantu sang adik. “Saat melihat Wagiman panik itulah kami gunakan dua untuk melarikan diri,” akunya.

Sementara, kejadian bertepatan dengan kegiatan patroli wilayah oleh tim Vipers Polsek Ciputat. Untuk melakukan pertolongan terhadap korban, polisi membawa Mujiono ke RS IMC Bintaro dan melakukan pengejaran tersangka. Salah satu pelaku bisa diamankan tidak jauh dari tempat kejadian, sedangkan yang satu lagi ditangkap di Bogor. | (Edy Tanjung)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply