Tragis! Maling Tewas Didor Saat Mau Tembak Polisi



Kapolrestro Tangerang bersama Kasatresmob dengan barang bukti pencurian motor

TANGERANG | BantenLink — Selamatkan diri masing-masing jika dalam keadaan terdesak, mungkin begitu kesepakatan yang dibuat Codet dengan temannya sesama penjahat. Pasalnya, saat dirinya tertembak polisi temannya meninggalkannya demi melarikan diri.

Seperti terjadi saat pengejaran tim Resmob Polrestro Tangerang, Selasa (12/12/2015). Codet yang bernama asli Hasan Basri dalam catatan polisi 2 kali melakukan pencurian sepeda motor, yakni di tahun 2015 dan pada 6 Desember 2017.

Namun ketika akan melakukan pekerjaannya untuk yang ketiga kalinya, akhirnya dihabisi polisi tanpa mendapatkan bantuan apapun dari teman yang malah melarikan diri saat keduanya terdesak dalam pengejaran polisi.

Kapolrestro Tangerang Kota, Kombespol Harry Kurniawan SIK MH, saat jumpa di Mapolresta setempat, Rabu (13/12/207), mengungkapkan kronologi kematian Condet. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, Codet sebagai residivis yang terkait Pasal 363 KUHP.

“Pada Rabu 6 Desember 2017, jam 23.45 WIB, Condet melakukan pencurian dengan pemberatan sebuah sepeda motor bermerek Satria dengan merusak kunci pakai perkakas kunci leter T, milik Karta Surya yang diparkir di lokasi Kafe Bewok di jalan raya Prancis, Kecamatan Benda, Kota Tangerang,” terang Kombespol Harry Kurniawan.

Ditambahkannya, atas kejadian itu, Karta Surya selaku korban pencurian, rta Surya melaporkan hal tersebut dengan LP/B/68/XII/2017/PMJ/RESTRO TNG KOTA/Sek Benda tanggal 07 Desember 2017.

Setelah mendapat keterangan dari para saksi, polisi Resmob Satreskrim melakukan penyelidikan identitas pelaku. Sampai akhirnya mengejar Codet yang beraksi lagi pada Selasa 12 Desember 2017 jam 21.15 WIB di sekitar Kecamatan Neglasari.

“Saat melakukan kejahatan yang sama mencuri Honda Beat di Neglasari, Condet ternyata menggunakan motor yang dicurinya bersama temannya yang kini menjadi buronan karena kabur,” terang Kapolrestro didampingi Kasat Resmob, AKBP Sucipto.

Saat polisi hendak melakukan penangkapan, kedua pelaku melarikan diri dari pengejaran polisi. Keduanya menggunakan Honda Beat dan meninggalkan motor Suzuki Satria.

Tak jauh dari Neglasari tempat Codet dan rekannya mencuri motor Honda Beat, tiba-tiba keduanya mendadak berhenti. Ternyata Codet yang dibonceng mengambil pistol yang dibawa dan diselipkan di pinggang celananya.

“Setelah melakukan tembakan peringatan tim Resmob terpaksa melakukan tindakan tegas menembak dada Codet hingga tersungkur ke tanah. Sementara, tak disangka temannya malah melarikan diri. Saat dibawa ke RSUD Kab Tangerang dia sudah tewas,” tuntasnya. (Edy Tanjung)

Konferensi pers di Mapolrestro Tangerang Kota, Rabu (13/12/2017)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply