KETAULADANAN PEMIMPIN : PELANTIKAN WALIKOTA JAKARTA TIMUR DI TEMPAT KUMUH



Sebagai  pemimpin mutlak seseorang memiliki kepekaan yang  tinggi terhadap  permasalahan masyarakat. Semakin peduli denganpersoalan rakyatnya, bisa dipastikan pemimpin sepertiini  akan dekat dengan masyarakat dan sudah tentu akan dicintai warganya.  Saat ini rakyat benar-benar memimpikan pemimpin terbaik  yang bisa diteladani. Pemimpin pro-rakyat adalah mimpi banyak warga di seluruh nusantara.

Langkah nyata Gubernur DKI Jakarta bisa menjadi contoh bagaimana menjadi pemimpin yang bisa ditauladani. Agar para pembantunya juga memiliki kepekaan social seperti dirinya, tidak tanggung-tanggung. Dia melantik Walikota dan Wakil Walikota Jakarta Timur di tempat kumuh, tepatnya di RT 007 RW 005 Kampung Pulo Jahe Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Disana-sana nampak kumpulan sampah basah yang menimbulkan aroma tidak sedap karena menguap. Pejabat yang akan dilantik dan juga para undangan tersebut berada di karpet merah bekas rawa yang dijadikan buangan sampah warga, dan langsung disinari matahari karena tidak diadakan tenda. Untuk mencapai lokasi acara, peserta pertemuan harus siap masuk lorong sempit dan jalan-jalan yang ambles.

Jokowi mengatakan bahwa, kebijakannya ini diambil agar pejabat yang bertanggungjawab di wilayahnya bisa melihat langsung kondisi objektif yang ada di masyarakatnya.  Dengan demikian dengan kewenangannya dia bisa membuat skala prioritas untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi warganya.”Kalau dilantik ditempat yang memiliki pendingin udara, pejabat yang baru dilantik tidak dapat merasakan permasalahan yang ada”, jelasnya.  Masyarakat saat ini menunggu kerja nyata pemimpin untuk membantu permasalahan yang mereka hadapi di lingkungannya.

Gubernur yang merakyat ini memperhatikan ada empat permasalahan yang menjadi persoalan kampung-kampung yang kumuh di Jakarta. Yaitu,  ketersediaan MCK yang tidak layak, saluran air yang tidak memadai, pembuangan sampah dan tidak adanya hidran untuk mengantisipasi kebakaran.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply