Pacari Korban, Maling Sadis Cari Mangsa di FB Ditangkap Polisi

Konferensi pers di Tangsel dua tersangka maling sadis mencari mangsa dari Facebook tertangkap

TANGERANG | BantenLink — Untuk para wanita berhati-hatilah memajang foto selfie di media sosial. Jangan-jangan akan menjadi incaran penjahat profesional yang melakukan modus kejahatannya dengan mengajak berkenalan, bahkan sampai berpacaran.

Seperti dialami Siti Nurhayati yang tewas menjadi korban kekejaman Ridwan Setiadi alias Maman alias Sembiring, yang berpura-pura memacarinya demi mendapatkan barang haram mencuri. Ia menjadi buronan polisi pada sebuah kasus pembobolan toko dan tiga kali melakukan pencurian motor, tega menghabisi nyawa karyawan notaris di Tangsel tersebut bersama temannya Ardiana alias Ardi Setiadi.

Terkait dengan pembunuhan gadis cantik berusia 22 tahun itu, Ridwan dan Ardi mencuri uang senilai Rp 3juta di ATM, motor Yamaha Mio dan HP milik korban. Namun peristiwa menggemparkan terjadi di Perumahan Amarapura Blok F2 No 18 RT 002/05 Kelurahan Kademangan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan sekira pukul 22.30 WIB itu, akhirnya berhasil diungkap Tim Vipers Satreskrim Polres Tangsel.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widiyanto SIK SH MH, didampingi Kasat Reskrim, AKP Alexander SH SIK MM MSi, pada konferensi pers, Selasa (5/12/2017) malam, mengungkapkan Ridwan yang sejak 2014 menjadi buron karena kasus pembobolan sebuah toko di Perumahan Buatan Indah, dalam menjalankan aksinya untuk mencuri uang di ATM dan barang-barang Nurhayati lainnya.

“Pagi sekitar pukul 10.00 WIB di rumah Ardi, di Kampung Cisaga, Desa Balendung, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, kedua tersangka, Ridwan dan Ardi merencanakan cara mengambil ATM milik korban yang merupakan kekasih Ridwan,” terang Fadli Widiyanto pada wartawan di Mapolres Tangsel, Selasa (5/12/2013).

Lebih jauh diungkapkannya, untuk melaksanakan modusnya, sesampai keduanya pada hari yang sama di rumah korban di Perumahan Amarapura, Ridwan berpura-pura cekcok mulut dan mencekik korban. Saat yang bersamaan Ardi juga menjerat leher korban dengan ikat pinggang miliknya. Kemudian Ridwan mengambil pisau berwarna kuning dari dapur dan menyayat tangan kanan korban hingga tewas di tempat.



“Setelah melakukan pembunuhan dan mencuri barang-barang Nurhayati, Ridwan dan Ardi melarikan diri dengan membawa ATM yang masih bersaldo sekitar Rp 3 Juta, sepeda motor dan HP Asus hitam milik korban. Untuk ATM Nurhayati sendiri, pin-nya diketahui Ridwan karena keduanya berpacaran,” imbuh Fadli selaku pimpinan Tim Vipers itu.

Uang di rekening BRI milik korban, tambah Kapolres Tangsel, menjadi incaran dibawa Ridwan karena telah mengetahui nomor pin Nurhayati. Begitu juga sepeda motor Yamaha Mio milik korban turut dibawa oleh para tersangka. Sementara yang baru bisa dijual hanyalah HP milik korban yang dijual di Bekasi seharga Rp 150.000. Uang tersebut dipergunakan untuk biaya akomodasi selama di perjalanan.

Terkait untuk menghilangkan barang bukti, ikat pinggang dan pisau yang digunakan untuk menjerat leher dan melukai korban, keduanya membuangnya di sebuah sungai di daerah Bekasi waktu keduanya melarikan diri ke daerah asal mereka di Subang.

Sedangkan motor milik korban, nopol-nya diganti, bahkan sempat diiklankan untuk dijual melalui akun Facebook tersangka Ardi.

Sementara itu, setelah mendapatkan laporan polisi No. LP/537/K/XII/2017/Sek Cisauk, dari para tentang karyawati sebuah kantor Notaris, polisi langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan serta mengejar pelaku hingga ke Kabupaten Subang Jawa Barat.

“Akhirnya Selasa 5 Desember 2017 Tim Vipers Reskrim Polres Tangerang Selatan mengejar 2 tersangka tersebut dan mengamankan barang bukti yang didapat di wilayah Subang Jawa Barat, guna penyidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Atas kelakuan keduanya, kata Fadly, pelaku pembunuhan berencana sekaligus melakukan pencurian dengan kekerasan akan dijerat Pasal 340 KUHPidana dan atau 365 KUHPidana. “Untuk hukumannya, maksimal diganjar 20 tahun penjara.

Catatan pihak kepolisian Ridwan merupakan kasus pencurian dengan pemberatan di sebuah toko di Cisauk pada Tahun 2014 di Perumahan Batan Indah Kademangan, Setu, Kota Tangerang Selatan . Selain itu Ridwan juga pernah melakukan pencurian motor sebanyak 3 kali di wilayah Kabupaten Subang. (Titing/Edy)

Jpeg

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply