Pisau Alat Tikam Teman Kerja Ditemukan Reskrim Tangsel

Barang bukti pisau yang diduga digunakan Buluk menusuk Caling ditemukan tim Reskrim di kolam belakang rumah tempat kejadian

TANGSEL | BantenLink — Kasus pengeroyokan hingga kematian Asnadi alias Caling di Kampung Rawalele, Gang Damai RT 02/ 06, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, mulai nampak terang dengan ditemukan barang bukti berupa pisau lipat dalam comberan atau kolam kotor di belakang rumah tempat kejadian.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander, mengatakan, setelah Toni bin Uding menjadi tersangka terakhir ditangkap di Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur, menunjukkan tempat pembuangan pisau alat penusuk Asnadi alias Caling di kolam kotor belakang rumah tempat kejadian perkara.

“Setelah melakukan pengeringan kolam, alhamdulillah, pisau yang digunakan tersangka bernama Buluk untuk menusuk korban Caling sampai meninggal dunia, telah ditemukan di kolam kotoran yang terletak di belakang rumah tersangka lain bernama Coen,” ungkap Alexander pada bantenlink.com.



Seperti diberitakan sebelumnya, terrjadi keributan Caling dengan teman-temannya atas kemarahannya terkait pembagian hasil kutipan pada para supir truk yang mengangkut tanah untuk proyek jalan tol Serpong-Kunciran. Buluk menusuk Caling dengan pisau lipat hingga tewas dan menyerahkan senjata tajam itu kepada Toni yang sempat menjadi buronan polisi.

Dari keterangan pelaku, terungkap pengeroyokan dan pembunuhan terjadi terkait akibat adanya keributan pembagian uang pungutan dari supir truk proyek pengangkut tanah pada proyek tol Serpong-Kunciran.

Dalam satu hari ada 20 truk yang lewat dan masing-masing dimintai Rp 5 ribu. Selama sebulan keenam pak Ogah mengumpulkan Rp 3 juta. Namun karena korban tidak mendapat pembagian secara adil, akhirnya dikeroyok temannya hingga meninggal dunia.

Team Vipers Polres Tangerang Selatan sendiri sebelumnya berhasil menyiduk tersangka pelaku pengeroyokan, Sabtu 25 November 2017. Polisi dengan segera meringkus kelima tersangka pelaku, namun baru pada Minggu 4 Desember 2017 berhasil menyiduk tersangka terakhir, yakni Toni bin Uding tersebut.

Sebelumnya, 30 November 2017, pada conference pers, polisi menyampaikan berdasarkan olah TKP dan para saksi, berhasil menangkap 4 pelaku di tempat terpisah. Masing-masing yang ditangkap 1 di Tangsel, 1 di Lampung, 2 lagi di Lebak Pandeglang. Satu orang diantaranya ditembak pada bagian bagian kakinya. Esok harinya, para pewarta diajak bersama penyidik mengawal proses penggeledahan rumah rersangka. Beberapa hari kemudian polisi berhasil menangkap Toni yang melarikan diri ke pulau Madura.

Kasus pembunuhan dengan pengeroyokan yang menghilangkan nyawa seseorang, dengan penganiayaan berat tersebut diancam hukuman mati atau seumur hidup berdasarkan Pasal 340 KUHP 338 subsider 170 pasal 351.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, menurut keterangan 5 orang pelaku, para pelaku mempunyai peran masing-masing. Ada yang menusuk, menyayat dan memegangi korban hingga meninggal dunia. (Edy Tanjung)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply