Polisi Tangsel Ciduk Tersangka Terakhir Pembunuh Rekannya di Madura

Salah seorang tersangka pengeroyokan yang menyebabkan kematian rekannya

TANGSEL | BantenLink — Akhirnya Team Vipers Polres Tangerang Selatan berhasil menyiduk keenam pelaku pembunuhan seorang timer truk tanah. Asnadi alias Caling (37), wargai Kampung Jombang Rawalele Gang Damai RT 02/ 06, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan meninggal dunia.

Setelah sebelumnya berhasil menangkap kelima tersangka pelaku pembunuhan terjadi Sabtu 25 November 2017 yang lalu, namun pada Minggu 4 Desember 2017 hari ini polisi berhasil mengamankan satu tersangka tersisa, yakni Toni bin Uding yang menjadi daftar pencarian orang di Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur.



“Tim Vipers Polres Kota Tangerang Selatan terus melanjutkan Penyidikan setelah berhasil mengamankan tersangka Toni bin Uding. Kepada polisi mengatakan, membuang pisau yang digunakan untuk menusuk korban di sebuah kolam yang berada di belakang rumah tersangka atas nama Coen,” tulis Kasat Serse Alexander pada watcapp bantenlink.com.

Sebelumnya, 30 November 2017 pada conference pers polisi berdasarkan olah TKP dan para saksi, berhasil menangkap 5 pelaku di tempat terpisah. Masing-masing yang ditangkap 1 di Tangsel, 1 di Lampung, 2 lagi di Lebak Pandeglang. Satu orang diantaranya ditembak pada bagian bagian kakinya. Esok harinya, para peewarta diajak bersama penyidik mengawal proses penggeledahan rumah rersangka

Kasus pembunuhan dengan pengeroyokan yang menghilangkan nyawa seseorang, dengan penganiayaan berat tersebut diancam hukuman mati atau seumur hidup berdasarkan Pasal 340 KUHP 338 subsider 170 pasal 351.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, menurut keterangan 5 orang pelaku, para pelaku mempunyai peran masing-masing. Ada yang menusuk, menyayat dan memegangi korban hingga meninggal dunia.

Dari keterangan pelaku, terungkap pengeroyokan dan pembunuhan terjadi terkait akibat adanya keributan pembagian uang pungutan dari supir truk proyek pengangkut tanah pada proyek tol Serpong-Kunciran.

Dalam satu hari ada 20 truk yang lewat dan masing-masing dimintai Rp 5 ribu. Selama sebulan keenam pak Ogah mengumpulkan Rp 3 juta. Namun karena korban tidak mendapat pembagian secara adil, akhirnya dikeroyok temannya hingga meninggal dunia. (Edy Tanjung)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply