KESELAMATAN 1157 PENERBANGAN PER-HARI DI BANDARA SOETTA TERANCAM?

Keselamatan penerbangan di Bandara Soekarno Hatta sebanyak 1157 per hari sempat terancam akibat radar mati. Padahal  setiap jam rata-rata ada sekitar 48 penerbangan baik yang akan lepas landas (take off) maupun mendarat (landing) di bandara kelas dunia ini. Maka betapa memalukannya kejadian matinya radar tersebut di dunia internasional, tidak terdeteksi sama sekali yang kemungkinannya disebabkan factor manusia karena tidak profesionalnya pengelolaan.



Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan,”kejadian ini sangat mengerikan dan tidak boleh terjadi lagi, karena adanya system yang terbakar”. Ditambahkannya, pemerintah  mempertimbangkan untuk   memberikan sanksi kepada PT Angkasa Pura sebagai penanggungjawab pengelola bandara, mengapa kejadian yang bisa mengancam keselamatan jiwa banyak orang ini bisa terjadi?  Informasinya, keadaan ini terjadi karena kerusakan Air Traffic Control (ATC) Bandara Soekarno Hatta, dan yang mengherankan ini  bukan kasus yang baru pertama kali terjadi.

Sebagai pintu masuk utama wisatawan asing, tentu saja kejadian ini membuat banyak turis yang akan ke Indonesia mempertimbangkan kembali untuk mendarat di bandara internasional ini. Dengan frekwensi penerbangan yang begitu padat tanpa dilengkapi radar bagi pesawat yang akan terbang maupun mendarat tentu sangat mengkhawatirkan para penumpangnya.  Setidaknya, ada sekitar 1,6 juta wisatawan asing ke Indonesia setiap tahunnya dengan memanfaatkan fasilitas bandara kebanggaan bangsa Indonesia ini. Begitu besar  kerugian yang ada akibat pembatalan banyak penerbangan.

Salah seorang pilot yang mengalami kondisi mengerikan ini, Kapten Wiraditya mengatakan,” matinya radar tentunya akan mengurangi tingkat keselamatan penerbangan dan rasa aman bagi para penggunanya”,. Dia mengharapkan pemerintah punya kesungguhan agar kasus seperti ini tidak terulang kembali.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply