Bina Marga Kab Tangerang Pastikan Jalan Rusak Suradita Bagus Lagi

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Drs Slamet Budhy Mulyono MSi

TANGERANG | BantenLink — Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Tangerang, setelah mengerjakan Jalan Suradita-Kranggan yang cukup lama rusak, memastikan pada awal tahun 2018 sudah bagus dan dapat digunakan kembali.

Hal ini dikatakan Kepala DBMSDA setempat, Drs H Slamet Budhy Mulyanto MSi, Kamis (29/11/2017), terkait menerangkan progres perbaikan jalan di perbatasan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan itu. Sebelumnya dipertanyakan kapan jalan itu akan dapat digunakan kembali pascaperbaikan kerusakan karena amblas.



“Nantinya ada dua jalan yang bisa digunakan untuk melintas di Jalan Suradita-Kranggan. Baik jalan lama yang diperbaiki maupun jalan alternatif dan turap penahan longsor, sekarang sedang mengebut pengerjaannya agar bisa selesai pada waktunya (akhir Desember),” ucapnya pada bantelink.com di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa.

Dia katakan lebih lanjut, agar mutu jalan terjaga, nantinya dipisahkan antara jalur mobil dan jalur truk. Jalan untuk mobil pribadi yang beratnya ringan akan lewat dari jalan lama, sedangkan jalan mobil truk yang tonasenya berat menggunakan jalur alternatif yang tanahnya kokoh.

“Untuk perencanaan mutu bangunannya sendiri dibuat maksimal sesuai solusi perancangan tim ahli dari Politeknik UI. Terkait dengan masalah pengawasannya, kemarin (28 November 2017) kami telah menyampaikan laporan ke Inspektorat,” imbuhnya memaparkan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan Teknik DBMSDA Kabupaten Tangerang, Edwin Saidi ST, mengatakan, soal labilnya struktur tanah dan banyaknya mata air di dalam tanah diharapkan dapat diatasi semaksimalnya. Disampaikannya, besok (30 November 2017) tim ahli UI tersebut datang ke DBMSDA, untuk memberikan penjelasan, dan menyilakan wartawan untuk menghadirinya.

“Kita berusaha sebaiknya agar jalan Suradita-Kranggan, segera bisa digunakan lagi. Namun meskipun sudah maksimal bekerja, tetap menyadari tak bisa mencegah yang namanya di luar perhitungan, yaitu human error dan faktor alam,” tandasnya. (Edy Tanjung)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply