Ukar Sarih PAN: Usulan Pembangunan Madrasah Sulit Direalisasikan



Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Ukar Sarih bersama jurnalis

TANGERANG | BantenLink — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang merasa kesulitan dalam mengawal permohonan aspirasi yang berasal dari madrasah. Pasalnya, sekolah berbasis keagamaan itu berada dalam naungan Kementerian Agama (Kemenag), sehingga sulit untuk dimasukkan dalam mata anggaran pemerintah daerah.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ukar Sarah, mengungkapkan, dengan adanya pembatasan semacam itu telah menimbulkan terhambatnya realisasi permohonan masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) yang meminta bantuan fasilitasinya.

“Adanya permohonan bantuan dari salah satu madrasah yang tidak terakomodir, karena masuk dalam ranah Kemenag. Jika sesuai peraturan pastinya akan permohonan bantuan akan bisa direalisasikan,” ungkap Ukar Sarih pada bantenlink.com, di sela kegiatan kegiatan reses, Sabtu (18/11/2017).

Legislator partai berlambang matahari terbit itu tak menampik adanya Jaro di Dapil-nya yang memohon bantuannya untuk pembangunan salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) setempat sebagai bentuk usulan aspirasi.

“Tapi usulan warga kan juga sangat banyak, tentunya kita memilahnya. Karena banyaknya permintaan, tidak semua dapat dikabulkan. Terlebih dengan adanya peraturan mengikat, sedangkan perihal madrasah menjadi ranah Kemenag,” jelas Ukar.

Ditambahkannya, usulan melalui dirinya banyak yang sudah direalisasikan. Namun diakuinya, selaku anggota legislatif tidak bisa memuaskan semua pihak. Alasannya, satu Dapil saja meliputi 34 desa di kecamatan-kecamatan Legok, Kelapadua dan Pagedangan.

“Dengan sesama anggota Dewan satu Dapil kami berbagi-bagi dalam memfasilitasi aspirasi. Namun masukan apapun yang berasal dari masyarakat, pada dasarnya kita akomodir dan diusahakan mendapatkan solusinya,” tandasnya. (Edy Tanjung)

Leave a Reply