Belum Siap Dibangun Jalan Suradita-Kranggan Retak-retak



Kondisi retak-retak jalan

TANGERANG | BantenLink — Meski belum sampai pada tahap finishing, pembangunan ulang jalan Suradita-Keranggan, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten, dengan biaya APBD-P 2017 senilai Rp 3.864.812 000,- kembali mengalami retak-retak.

Jalan tersebut sebelumnya sudah dikerjakan dengan APBD dengan biaya sekitar Rp 7 M yang selesai bulan Desember 2016. Namun belum sebulan digunakan pada Januari 2017 langsung amblas, sehingga jalan yang menghubungkan Kabupaten Tangerang-Kota Tangse ditutup lagi.

Data terakhir yang dikumpulkan bantenlink.com di lapangan, perbaikan jalan yang bervolume 2512.50 m2 dengan dana anggaran baru dilaksanakan PT Mustika Cilancar Abadi. Sayangnya mutu pekerjaan tak berbeda dengan pembangunan yang dilakukan sebelumnya.

Pada jalan ini terdapat banyak retak-retak lagi yang sangat riskan akan melebar dan membuat jalan amblas kembali. Padahal di setiap segmen pengecoran beton menggunakan dipasang cerucuk kayu dengan pembesian. Namun tidak mempengaruhi mutu bangunan jalan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Slamet Budi Mulyono seperti dilansir tempo.co.id Kamis (27/7/2017) menyatakan sebelum kembali membangun, menyatakan bekerja sama dengan Universitas Indonesia akan melakukan penelitian tanah.

Berdasarkan informasi, persoalan kondisi tanah yang labil serta banyaknya mata air menjadi penyebab jalan cepat rusak. Walau pembangunan ulang jalan dilakukan penguatan tebing, tapi tetap saja terjadi kerusakan kembali sebelum selesai diperbaiki. (Edy Tanjung)

Cerucuk kayu yang dipasang pada pembangunan jalan Suradita Kranggan

Leave a Reply