Inul Vista Larang Liput Launching, Pers: Tunggu Kesalahannya!



Para jurnalis terpaksa menunggu di luar karena dilarang meliput grand opening Inul Vista Citra Raya Tangerang, Minggu (19/11/2017)


TANGERANG | BantenLink — Grand Opening Inul Vizta, Sabtu (17/11/2017), menjadi sorotan jurnalis karena baru pertama dibuka sudah menutupi informasinya. Beberapa awak media dilarang masuk untuk meliput kegiatan tersebut. Akibatnya, para pekerja pers tersebut sepakat akan langsung mem-blow up berita jika ada kesalahan yang dibuat perusahaan hiburan karaoke Inul Vista.

Padahal menurut para pewarta, hal ini jelas sudah menabrak kebebasan Pers nomor 40 tahun 1999, tentang jurnalis, yang isinya kepada Pemerintah/ Swasta/ Polri/ TNI, wajib memberikan informasi kepada Pers agar bisa dapat mempublikasikannya kepada masyarakat.

Sayangnya tidak demikian halnya pengelola Inul Daratista, Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Alih-alih membuat alasan yang masuk akal, Panitia Grand Opening malah mempertanyakan heran kehadiran para awak media, dengan menanyakan undangan dari mana.

“Maaf bapak dari mana dan undangannya mana? Kami keterbatasan tempat, medianya dari mana saja?” tanya salah seorang yang mengaku sebagai panitia launching Inul Vista dengan nada suara seperti tidak bersahabat dengan beberapa wartawan ketika akan memasuki pintu masuk tempat karaoke itu.

Usai mendapat prilaku yang tidak menyenangkan, para wartawan berhenti sampai akhirnya menunggu diluar tak berharap lagi informasi narasumber.

Perwakikan media, Agus Sumarno dari bantenlink.com menilai pihak panitia pembukaan Inul Vista, telah sangat tidak bersahabat dengan rekan rekan Pers yang akan meliput tempat hiburan.

“Apa sih yang ditakutkan pihak Inul Vista? Masa acara gini aja harus ada undangan khususnya dan tidak sembarang orang bisa masuk? Kalo ada masalah nanti langsung saja blow apa, teman-teman,” katanya.

Agus menambahkan, dia dan rekan-rekannya merasa kecewa. Padahal kedatangan mereka atas undangan dari Deden, seorang petugas protokoler Pemda Kabupaten Tangerang. “Tapi sombongnya mereka, membiarkan kami tetap menunggu di luar,” ucap Agus. (Fatah/Agus/Ed)

Leave a Reply