Garmen 250 Karyawan Diduga 2 Tahun Produksi Ilegal



TANGERANG | BantenLink — PT Jsf beralamat di Kelurahan Keroncong, Kecamatan Jatiuwung. Kota Tangerang, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, meski telah beroperasi selama 2 tahun perusahaan tersebut tak memasang papan merek.

Seorang warga yang tak ingin disebutkan identitasnya, mengatakan perusahaan bergerak di bidang garment itu mempekerjakan 250 karyawan. Juga diduga tidak memiliki izin dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Tenaga Kerja, Kota Tangerang.

“Kami menduga, dengan tidak memasang merek, perusahaan ini ilegal karena tidak mempunyai izin. PT Jsf juga ditenggarai melanggar peraturan UMR dan tidak mengikutkan karyawannya pada BPJS Ketenagakerjaan, bahkan terkesan menghindari pajak,” paparnya.



Berdasarkan investigasi yang dilakukan tim jurnalis di perusahaan itu, Komar selaku pihak HRD yang mengakur sedang menunggu selesainya perizinan. Ia mengungkapkan, PT Jsf awalnya memberikan order jahitan kepada warga sekitar.

“Setelah kami semakin banyak menerima order akhirnya merekrut tenaga penjahit. Kami telah mengurus izin perusahaan dan menunggu keluarnya izin dari Dinas perindustrian dan Dinas tenaga kerja,” ucapnya.

Ditambahkannya, karyawannya nantinya juga akan mengikuti UMR dan BPJS Ketenagakerjaan. Namun hingga kini baru sedang menunggu hasil keputusan yang berwenang.

Sementara seorang warga lainnya mengatakan, seharusnya perusahaan membuat papan nama agar tidak disebut ilegal. Terlebih, PT Jsf harus membayar pajak perusahaan.

“Saya menduga, jangan-jangan perusahaan ini tidak memasang papan nama agar meraup keuntungan yang lebih besar, ” ujar warga sekitar yang tidak mau disebut jati dirinya kepada awak media.

Dia menyebutkan akan melaporkan hal tersebut ke berbagai instansi yang terkait. Dimaksudkannya agar bisa memberikan tindakan tegas, dan jangan terulang kembali kejadian musibah seperti di Kosambi belum lama ini. (Fatah/Edy)

Leave a Reply