PNS dan Honorer Diimbau Pakai Kaos Bergambar Bupati-Wakil Bupati Tangerang

Desain untuk baju kaus yang digunakan ASN dan Honorer pada acara peringatan HUT KORPRI, PGRI dan HKN 2017


TANGERANG | BantenLink — Peringatan hari ulang tahun KORPRI, PGRI dan HKN, akan dilaksanakan secara bersamaan di Kabupaten Tangerang. Kegiatan rencananya diisi gerak jalan dan upacara bersama dilaksanakan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Tigaraksa pada 22 dan 29 November 2017.

Menurut informasi yang diterima bantenlink.com, dua kegiatan itu akan diikuti puluhan ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Honorer. Anehnya, semuanya disebut-sebut akan mengenakan baju kaus yang bergambar sama, yakni Bupati A Zaki Iskandar dan Wakil Bupati Hermansyah.

“Kalau nanti gerak jalan dan upacara bersama dilaksanakan, akan persis seperti mobilisasi massa atau mirip kampanye. Padahal kita dengar, Pak Zaki mau ambil cuti kerja, untuk persiapan mencalonkan diri sebagai Bupati Tangerang untuk Periode 2018-2023,” ucap salah seorang ASN yang tidak mau disebutkan namanya.

Ditambahkannya, dirinya merasa heran dengan peringatan ulang tahun KORPRI, PGRI dan Kesehatan yang tidak memakai baju KORPRI, PGRI atau kaus instansi saja. Terlebih lagi, memakai kaus berdesain sama yang dibeli dengan harga Rp 25 Ribu per piece-nya.

Lebih jauh dia katakan, imbauan untuk memakai baju kaus mirip kampanye dan pada bagian belakang bergambar Bupati A Zaki Iskandar dan Wakil Bupati Hermansyah itu dilaksanakan secara sistematis. Organisasi tertentu di 29 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Tangerang dimanfaatkan agar suksesnya acara ramai-ramai di hari kerja tersebut.



“Selain merencanakan akan beramai-ramai akan memakai kaus yang sama pada 22 dan 29 November, ada pula kecamatan yang menambahi kegiatan yang sama dengan berbaju kaus sama pada 15 November 2017,” imbuhnya dengan mimik tampak khawatir, dan mewanti-wanti merahasiakan dirinya sebagai informan.

Namun diungkapkannya, maksud dan tujuan acara selain untuk memperingati hari lahir KORPRI, PGRI dan Bakti Kesehatan, juga sebagai bentuk apresiasi pada Bupati dan Wakil Bupati Tangerang atas program-program dan prestasi yang telah dicapai selama masa periode pemerintahan keduanya.

Lain pendapat ASN yang minta dirahasiakan identitasnya itu, lain lagi pendapat pegawai honorer di salah satu sekolah negeri. Pegawai yang berharap bisa diangkat ASN pemerintah pusat itu menyebutkan, dirinya heran kenapa saat seperti mobilisasi, honorer juga dimanfaatkan.

“Coba saja lihat, meskipun sudah mengabdi banyak yang tidak memiliki SK Pemkab Tangerang sehingga tidak mendapatkan insentif. Sedangkan SK dari Kepala Sekolah tidak dibolehkan. Padahal ada banyak perlunya, misalnya untuk mengikuti Sertifikasi,” ujar guru yang juga minta namanya jangan dipublikasikan ini.

Dia seolah protes: belum ada diberikan Pemda setempat, tapi seperti harus mengikuti imbauan mirip perintah wajib memakai baju kaus yang bergambar pejabat yang kurang memperhatikan nasibnya.

Pertanyaannya, kok giliran ditengarai mau Pilkada kehadiran mereka tetap perlu dilibatkan? (Edy Tanjung)

Kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply