AWAS! PENJAHAT BERSENJATA API BERAKSI DI TANGERANG

Tangerang beberapa waktu ini digegerkan dengan tindak kejahatan dengan menggunakan senjata api. Tidak kurang dua kejadian kejahatan berlangsung dan mencederai korbannya dengan senjata aktif sehingga menimbulkan luka serius.

Pertama adalah perampasan sepeda motor Honda Beat yang dilakukan empat orang pelaku yang jelas-jelas menggunakan senjata api. Korban yang tinggal di jalan Winong Kecamatan Ciledug Tangerang Selatan terpaksa harus melepaskan kendaraan miliknya kepada para penjahat tersebut.

Kasus kedua melibatkan seorang pendatang asal Sumatera Utara yang sehari-hari mencari nafkah lewat usaha tambal ban.  Korban dengan keberanian tinggi  berusaha menangkap pelaku yang berjumlah empat orang  saat akan merampok di sebuah toko material di Serua, Ciputat Tangerang Selatan. Aksi nekat korban dibalas dengan tembakan yang mengenai langsung tubuh korban. Keberanian korban melakukan perlawanan membuat para penjahat tersebut kabur, sehingga sama sekali tidak bisa melanjutkan aksi perampokan tersebut.



Masyarakat meminta pihak kepolisian bisa pro aktif menangani kejadian yang  sangat serius karena menggunakan senjata api aktif ini. Realitas maraknya penggunaan senjata di masyarakat saat ini memang sedang ramai di bicarakan. Mulai senjata api yang memang resmi digunakan aparat yang disalahgunakan, senjata api resmi yang dimiliki perseorangan, air soft gun hingga senjata api mainan yang hampir mirip dengan aslinya, yang digunakan untuk “gagah-gagahan” atau sekedar “menakut-nakuti” orang lain.

Namun pihak kepolisian seharusnya meningkatkan kewaspadaan untuk menciptakan rasa aman di masyarakat.  Lihatlah penangkapan yang dilakukan kepolisian Lampung terhadap seorang warga asal Bandung dan seorang ibu rumah tangga yang menjadi  “broker” penjualan 41 buah senjata rakitan, tidak bisa lagi dianggap remeh. Selain  senjata rakitan, kepolisian Lampung juga menyita 5 buah senjata resmi yang telah kadaluarsa masa ijinnya disamping senjata-senjata jenis air soft gun yang dimiliki warga masyarakat tanpa memiliki surat resmi perizinannya dari pihak yang berwajib.  Beberapa kasus yang ada di Lampung ini secara terang benderang melibatkan oknum-oknum TNI nakal.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply