Registrasi Sim Card buat Hindari Penipuan & Dukung Transaksi Online

[contact-field label='Name' type='name' required='true'/][contact-field label='Email' type='email' required='true'/][contact-field label='Website' type='url'/][contact-field label='Message' type='textarea'/][/contact-form

Konperensi pers pelaksanaan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (1/11/2017)

JAKARTA | BantenLink — Terkait pelaksanaan registrasi sim card, masyarakat diimbau agar tidak mempercayai berita-berita bohong (hoax) yang menyarankan agar tidak melakukan registrasi.



Hal itu dikemukakan Badan Regulasi Telekomunikasi Seluler Indonesia dan Operator Telekomunikasi Selular di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (1/11/2017).

“Progres pelaksanaan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi dengan kartu prabayar yang meregistrasi hingga hari ini per 1 November 2017 jam 14.30 WIB sudah sebanyak 29.501.237 sim card,” terang Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Ahmad M Ramli.

Disebutkan pelaksanaan registrasi kartu seluler pelanggan, untuk melindungi masyarakat dari penipuan, tindak kejahatan dan pelanggaran hukum dengan menggunakan sarana telepon seluler dan media elektronik lainnya.

Di samping itu, registrasi kartu prabayar bermanfaat untuk mendukung transaksi online pada seluruh sektor ekonomi, termasuk digital. Operator atau gerai menjamin perlindungan data pelanggan yang telah diakui ISO 27001.

“Registrasi ulang dimulai. 31 Oktober 2017 sampai 28 Februari 2018. Apabila pelanggan tidak melakukan registrasi hingga 28 Pebruari 2018 akan dilakukan pemblokiran secara bertahap dan akan diblokir total pada 28 April 2018.” imbuhnya.

Ditambahkan, jika pelanggan gagal melakukan registrasi melalui SMS dan website sesuai petunjuk dan format dari operator dapat melakukannya melalui gerai operator atau mitra. (Edy Tanjung)

Leave a Reply