Setahun Tinggal di Gubuk Roboh Tanpa Bantuan Pemerintah

Rumah rubuh milik Musriah

Musriah

TANGERANG | BantenLink — Potret kehidupan wanita paruh baya yang berstatus janda dengan tiga anak, dirinya mendiami rumah hampir 1 tahun roboh.



Musriah (55) hanya bisa pasrah, karna tidak mampu untuk membangun serta memperbaiki kembali rumah nya yang roboh.

Bahkan untuk mencari nafkah keseharianpun kadang dapat kadang tidak, karna diri nya bekerja serabutan.

“Untuk kebutuhan sehari – hari aja kadang dapat uang kadang tidak pak” kata musriah.

 

Wanita paruh baya ini tinggal di kampung jungkel RT/Rw, 07/03,. Desa tanjakan mekar, kecamatan Rajeg.

Berharap ada uluran bantuan dari pemerintah daerah provinsi ataupun swasta, yang sudi membantu.

Menurutnya, rumah roboh yang sudah hampir satu tahun di tempati ini, sudah pernah di adukan kepada kepala desa, dengan harapan dapat bantuan untuk perbaikan.

“Namun, yang saya terima setelah menyampaikan permasalahan yang sedang saya hadapi, kata pak kades jual saja rumahnya” cerita musriah kepada awak media.

Ibu paruh baya ini pun nampak tidak ada harapan dan pasrah akan keadaan rumah tinggal nya yang roboh, tanpa kunjung di perbaiki.

Dirinya sekarang tidak mau berlarut dengan kesedihan seperti yang dulu pernah di rasakan, bahkan diri nya bercerita hanya bisa menangis mendengar pa kades bicara seperti itu.

Hingga berita ini di naikan pihak kepala desa belum dapat di temui guna dimintai keterangan. (Haeru Saroum)

Leave a Reply