KPU Gandeng Pers Sukseskan Pilkada Kab Tangerang 2018

KPU Sosialisasi Pilkada Kabupaten Tangerang 2018 dengan insan pers

TANGERANG | BantenLink — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Kabupaten Tangerang yang akan dilaksanakan tahun 2018, diperkirakan akan menghadapi tantangan. Seperti kurangnya minat pemilih menggunakan hak suaranya. Untuk itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, menggandeng pekerja pers sebagai masyarakat terlibat berperan positif dalamnya.

Menurut salah seorang pengurus KPU Kabupaten Tangerang, M Ali Zaenal, pihaknya merasa perlu meminta bantuan dan dukungan wartawan karena dapat mendorong Pilkada Bupati berjalan sukses.

EDITOR : EDY TANJUNG
REPORTASE: FATAH HIDAYAT

“Kami sendiri menargetkan suara pemilih yang masuk mencapai 80 persen, Jangan sampai seperti Pilkada Kabupaten Tang tahun 2013 kemarin. Suara yang masuk hanya mencapai 60 persen.Jika Pilkada Kabupaten Tangerang nanti sedikit pemilihnya, maka tidak sesuai dengan harapan karena riskan menimbulkan masalah,” papar M Ali Zaenal di Islamic Centre Citra Raya, Minggu (29/10/2017).



Pada kegiatan Sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tangerang Tahun 2018. itu pihak KPU Kabupaten Tangerang tersebut mengakui memiliki keterbatasan, sehingga pada Pilkada nanti meminta insan pers bisa mensosialisasikan hal positif kepada masyarakat.

Di bagian lain sosialisasi disebutnya, Undang Undang Pilkada untuk DPRD tersedia 50 kursi. Sedang maka calon Bupati dan Wakil Bupati minimal harus memperoleh 25% dari suara sah dan harus didukung minimal kecamatan 29 kecamatan yang dengan jumlah pemilih 2.250.000 suara.

“Jika melalui jalur partai politik, persaratannya harus didukung minimal 20% dari semua jumlah parpol yg mendukung,” terangnya.

Sementara, Ketua PWI Kabupaten Tangerang, Sangki Wahyudin, mengatakan pers siap memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dan menjaga persatuan dari perpecahan. Untuk itu pers dilarangnya menjadi alat propaganda, tapi harus mengedepankan netralitas, independensi, berimbang dan tak boleh untuk kepentingan tertentu.

“Dengan banyaknya media di Kabupaten Tangerang yang sudah terjalin kemitraanr dengan KPU diharapkan bisa mendongkrak secara maksimal suara pemilih di Kabupaten Tangerang,” ujar Sangki Wahyudin.

Dipesankannya, pers jangan mengabarkan berita tidak pasti, bohong atau hoax kepada masyarakat. Untuk itu harus profesional dengan mengacu pada kode etik jurnalistik serta harus menjaga kebhinnekaan.

“Pers harus menjadi penyeimbang yang mengawal KPU dengan pemberitan-pemberitaan positif dan terhindar dari isu negatif yang berkembang. Sudah seharusnya kita menjadi ujung tonbak politik dengan berita-berita yang baik untuk kemajuan kabupaten Tangerang,” tandasnya. (Fatah)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply