IPJI Bidani IMO agar Serupa 3 Organisasi Profesi Diakui Dewan Pers



Ketum Taufik Rachman potong kue ulang IPJI ke-18 disaksikan Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto SSos MSi di Jakarta, Jumat (27/10/2017)

JAKARTA | BantenLink — “Dengan ada kata penulis di IPJI, selama ini anggota kita menjadi tidak masuk kategori yang termasuk dalam ketentuan Dewan Pers. Ini membuat organisasi tidak pernah mendapatkan dana dari APBN. Jadi, selama ini dana anggaran hanya diberikan pada tiga organisasi wartawan itu (PWI, IJTI dan AJI-red),” terang Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Taufik Rachman SH SSos, di Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan di hadapan Kapuspen TNI, Mayjen Wuryanto SSos MSi, dan sejumlah petinggi lembaga lain pada peringatan hari ulang tahun ke -18 IPJI yang diadakan di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih. Namun Taufik merasa gembira, dalam perjalanan organisasi yang dipimpinnya, telah mengalami kemajuan sangat pesat dan dipercaya berbagai pihak.

Memasuki usia ke-18 kiprah Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia, sebutnya, semakin menarik perhatian berbagai kalangan. IPJI telah menjadi harapan organisasi profesi yang bermanfaat bagi penulis dan jurnalis di Indonesia. Terlebih, terang Taufik, sejak awal berdiri telah bekerja sama dalam menyuarakan kegiatan Lembaga Pertahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).

“Kepengurusan IPJI perkembangannya di usia 18 tahun sudah meliputi 34 Provinsi dengan sekitar 140 kepengurusan kabupaten/kota di Indonesia.Jadi, IPJI sekarang ibarat seorang gadis yang sedang molek-moleknya dan menjadi impian insan penulis dan jurnalis sehingga bergabung di dalamnya,” paparnya Rachman di hadapan sekitar 200 orang yang hadir.

Bahkan pada kesempatan itu, tanpa segan-segan mengungkapkan kesulitan media tempat bernaung pengurus dan anggota IPJI bisa masuk ke Dewan Pers. Alasannya, karena memiliki keunikan sebagai organisasi penulis sekaligus lembaga insan jurnalistik. Sedangkan Dewan Pers memverifikasi yang berkaitan dengan wartawan saja.

“Syukurlah di hari ulang tahun ke-18 IPJI ini sudah ada solusinya dengan launching lahirnya IMO atau Ikatan Media Online yang hanya beranggotakan wartawan. Lebih menggembirakan, ada sekitar 200 penggiat media online dari seluruh wilayah Indonesia hadir pada deklarasi para wartawan anti hoax, hari ini,” imbuh pengusaha sekaligus owner tabloid Skandal itu.

Diharapkannya melalui IMO yang murni beranggotakan media online dari Sabang hingga Merauke ini yang para anggotanya dibantu secara kolektif dalam pembuatan perseroan dan persyaratan lainnya nantinya akan mempermudah mengikuti proses verifikasi Dewan Pers. (Edy Tanjung)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply