Duta Buku Perpustakaan Nasional Launching Pojok Baca Polres Tangsel



Wartawan bantenlink.com di sela launching Pojok Baca Polres Tangsel


TANGSEL | Bantenlink — Pojok baca adalah sebuah tempat sumber ilmu bagi setiap pembaca buku. Ini banyak disenangi oleh semua kalangan kalangan masyarakat dan sangat diapresiasi. Terutama bagi 1502 buah buku yang kini sudah tersedia dan ini bisa dibaca umum.

Sebagai pelayanan publik Polres Tangsel meresmikan pojok baca yang dilakukan oleh Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto. Dihadiri Dandim 0506 Letkol Inf Gogor, Wakil Walikota Tangsel Drs H Bunyamin Davni, “Mata Najwa” sebagai Duta Baca Indonesia serta para tokoh Tangerang  Selatan juga hadir dalam peresmian perpustakaan yang sangat membantu untuk menambah wawasan untuk masyarakat Tangsel ini.

Dalam sambutannya Najwa S si Duta baca Indenesia mengatakan, ia sudah satu tahun ditunjuk oleh Perpustakaan Nasional, mengajak masyarakat untuk memiliki minat dalam membaca. Angka-angkanya selama ini tidak tidak begitu mengembirakan dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak.

“Saya harus bisa membuat warga kreatif. Untuk mengemban amanah yang sangat besar ini, kami menngajak petinggi negeri ini untuk dapat merespon dan mengkampanyekan rajin membaca,” ucapnya di Satpas Polres Tangsel, Rabu (25/10).

Dikatakan lagi, kemarin pada saat launching di Daan Mogot ada dua instansi yakni Kepolisian dan TNI yang siap membantu Kedua instansi ini ikut jatuh cinta untuk bisa menumbuhkan minat membaca, terutama untuk kalangan generasi muda.
Dimaksudkannya, agar generasi muda yang tidak mudah terprovokasi.

“Pojok baca yang dibuka hari ini menjadi garda terdepan menyelamatkan generasi muda. Jadi harus diajak bila ada orang belum minat membaca. Ini adalah tabungan akhirat, yakni secara ikhlas bisa dapat membantu generasi muda cerdas” imbuhnya.

Sementara Wakil walikota Tangsel, Drs H Bunyamin Davni, yang mewakili Walikota Tangsel dan atas nama Pemkot Tangsel, mengatakan pojok baca ini sangat bermanfaat. Disebutnya, sambil menunggu SIM selesai bisa menghilangkan rasa jenuh yang dapat menambah pengetahuan bagi setiap pembaca. Di Tangerang Selatan sendiri, ungkapnya, ada sebanyak 68 taman bacaan dari 45 kelurahan yang ada di Tangsel ini. 

“Bahwa budaya membaca adalah budaya penting yang harus disikapi, sehingga bisa menarik daya membaca untuk membaca 1-2 buku setiap harinya. Kemajuan tehnologi jangan sampai terlewati, dengan adanya pojok baca agar dapat maksimal memberikan masukan ilmu melalui buku,” ungkap Wakil walikota Tangsel

Sambutan berbeda dari Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto. Kita menjadikan Tangsel Cerdas, Indah Modern, Religius (CIMOL). Dahulu para ulama menggunakan sarana seperti wayang. Ini cerita dulu pada saat kita kecil didongengi, kemudian beranjak dewasa harus membaca. 

“Pak Kapolri juga gemar membaca, dimana sehari 1 buku dan cepat sekali membacanya. Kita dahulu punya para pujangga besar. Pahlawan seperti Cut Nya Dien yang memimpin pasukan perang antar pulau atau selat dapat kita ketahui dari membaca. Dan negara China menjadi kuat karena mencintai produk sendiri, itu juga ketahui dari membaca. Oleh karena itu, cintailah membaca buku agar tahu sejarah bangsa sendiri,” katanya. (Fatah/Edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply