Hari Santri Miftahul Miftahul Khaer, 2000-an Nadliyin Hanyut Shalawat Hadad Alwi

Hadad Alwi

Kiai Muda NU Hafis Gunawan bersama alim ulama se-Kecamatan Curug

TANGERANG | BantenLink — Masih ingat pelantun lagu-lagu shalawat bersuara merdu Hadad Alwi di era pertengahan 1990-an? Pada Hari Santri Nasional 2017 yang diselenggarakan Ponpes Miftahul Khaerul, Sukabakti, Curug, Tangerang, di bawah pimpinan kiai uda Nahdlatul Ulama Hafis Gunawan SpdI, pada Minggu malam (22/10), dari Surakarta untuk mengobati kerinduan santri dan warga Tangerang. Suaranya nan merdu menghanyutkan penontonnya yang ikut menyanyi dan bersholawat.

Meski sudah lama tidak mendengar lantunan indahnya, namun para santri dengan lancar, seolah menggantikan suara Sulis, yang di masa populer lagu pertengahan tahun 1990-an masih berusia cilik. Sekitar 2000-an nadliyin terdiri dari para santriawan-santriawati tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah, para guru-walisantri, alim ulama-tokoh masyarakat, pengurus Nahdlatul Ulama, pendekar silat Pagar Nusa, GP Ansor dan Banser se-Kecamatan Curug tampak tenggelam dalam suasana bernyanyi shalawat bersama.

Ada sebanyak 2 lapangan sekolah dan sebuah masjid besar penuh dengan pengunjung yang menyaksikan dan nimbrung bershalawat bersama Hadad Alwi. Sampai-sampai pintu gerbang jalan akses ke lokasi Ponpes Miftahul Khaer tersendat oleh banyaknya pengunjung yang ingin melihat langsung penampilan si suara mendayu, Hadad Alwi. Karena sulit masuk ke lapangan Ponpes akhirnya banyak yang menonton melalui layar besar yang dipasang di sekitar pintu gerbang saja.



Dalam kesempatan itu, sebelum melantunkan sejumlah shalawat yang diikuti para penonton, Hadad bertausiah, mengajak agar semuanya yang hadir agar selalu mengingat Allah dan Rasulullah. Agar semua dicintai, diridhoi dan dirahmati Allah SWT, serta bershalawat bagi Nabi Muhammad Rasulullah. Hadad Alwi berpesan, agar sepulang ke tempat masing-masing semakin bertambah cinta kepada Nabi Muhammad. Dengan mencintai Rasulullah semoga semua mendapatkan syafaat darinya.

Dijelaskan Hadad, tujuan berzikir untuk memanggil-memanggil Allah SWT agar senantiasa memberikanberikan rahmat dan kesehatan. Sedang bershalawat, dimaksudkan sebagai ungkapan kita mencintai Rasulullah, karena Nabi sendiri sangat mencintai umatnya. Sebagaimana dikisahkan, rindunya Nabi Muhammad pada umatnya sampai-sampai menunggu ingin bersama-sama masuk surga.

Di acara puncak hari santri yang berlangsung mulai jam 21.00 hingga 22.30 WIB itu Hadad Alwi melantunkan nada dakwah tahun 90-an yang pernah dinyanyikannya bersama Sulis dan kawan-kawan, seperti lagu Allah Tuhanku, Ibu, Shalawat Badar, Ya Habibi Mustofa, Rasulullah Salamu Alaik, Ya Toibah, Sidadan Nabi, dan Muhammad Nabiku. Ternyata, walaupun sebagai lagu lawas dapat dinyanyikan para santri pada 2017 dengan baik dan merdu. Sesekali Hadad Alwi mengajak hadirin mengangkat tangan atau menundukkan kepala agar dapat meresapi lagu atau syair shalawat.

Di penghujung bersama para santri dan masyarakat bersahabat, Hadad Alwi mengajak membuktikan cinta pada Rasulullah dengan rajin belajar, jangan suka berbohong, tidak sombong dan merasa paling benar.

Acara dibuka dengan dengan pembacaan kalam ilahi,menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Husnul Waton, sambutan panitia kegiatan Ardiansyah selaku ketua GP Ansor Curug, yang diakhiri dengan ceramah oleh Gus Muwafik dari Sleman Yogyakarta. (Edy)

Hadad Alwi

Nahdliyin dan para santri Miftahul Khaer

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply