BERLEBEL “HALAL MUI” MENGANDUNG DAGING BABI



Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat menemukan bakso-bakso yang dijual di pasar Tomang Jakarta Barat positif mengandung daging babi. Yang lebih memprihatinkan bakso berlabel “Halal MUI” yang dijual di pasar tersebut setelah diuji melalui Laboratorium Mobil juga positif dicampur daging babi. Aparat pemda  langsung menyita bakso-bakso tersebut untuk dijadikan alat bukti. Sayangnya petugas sama sekali tidak mengajak pihak kepolisian dalam inspeksi mendadak ini, sehingga tidak bisa ditindaklanjuti proses pidananya.

Kasus yang sama juga terjadi di Jakarta Utara. Instansi yang berwenang juga menemukan  tempat penggilingan bakso yang menerima pelanggannya mencampur daging sapi dengan daging babi untuk diperjual belikan.  Dari 16 lokasi penggilingan daging sapi untuk bahan  pembuatan bakso ditemukan satu tempat penggilingan yang terbukti melakukan praktek haram tersebut.  Sama dengan petugas di Jakarta Barat, pihak dinas peternakan dan perikanan hanya memberikan surat peringatan saja, dan belum mempidanakan pelaku-pelakunya.

Kebutuhan daging sapi untuk pembuatan bakso di Jakarta, menurut Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Indonesia (Apmiso) mencapai 3.120 ton per bulan. Dari jumlah tersebut sebanyak 936 adalah daging beku, sementara 2.184 ton adalah daging sapi segar. Harga daging sapi segar saat ini cukup mahal berkisar Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kg.  Sedangkan sapi beku mendapatkan fasilitas pemerintah melalui import seharga Rp 52 ribu per kg khususnya bagi pedagang bakso, sebagai kelompok usaha kecil menengah.

Kasus seperti ini tentu saja merugikan ribuan pedagang bakso yang masih jujur dalam pengelolaan usahanya. Pemberitaan yang intensif di media cetak dan elektronik jelasnya memukul pengusaha kecil ini,  akibat ulah pedagang bakso dan pengusaha penggilingan daging yang tidak bertanggungjawab.

Sebelumnya tahun 2007 pedagang bakso juga pernah mengalami kasus serupa dengan isue daging sapi dicampur daging tikus. Keruan saja pemberitaan ini merugikan ribuan pedagang bakso hingga mereka kesulitan untuk melanjutkan usahanya.

Pemerintah seharusnya bis bersikap tegas dalam kasus kejahatan  ini. Kejadian  buruk bagi pedagang bakso kedepan akan bisa terus berlanjut karena tidak adanya tindakan hukum konkrit.  Kasihan, hanya karena segelintir orang yang tidak bertanggungjawab, maka ribuan pedagang bakso lainnya juga ikut merasakan kerugiannya.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply