Pembunuh Istri + 2 Anak Ngaku Menyesal & Syok ke Polisi



Kapolresta Tangerang AKBP HM Sabilul Alif

TANGERANG | BantenLink — Lelaki pembunuh sadis seorang istri dan dua anak perempuannya dipastikan tidak mengalami gangguan jiwa. Hal ini diketahui polisi yang menghadirkan psikiater yang melakukan tes kognitif, afektif dan psikomotorik pada Nurdin Lukman Hidayat (36) pada pagi tadi, Sabtu (14/10).

Menurut Kapolresta Tangerang AKBP HM Sabilul Alif sesat sebelum melaksanakan tahlilan bersama ratusan warga Perumahan Sienna seusai sholat Isya, setelah melakukan tes psikis dan dinyatakan Nurdin secara intensif diperiksa polisi.

“Nurdin mengakui kesalahan dan mengakui shock atas kejadian telah membunuh seorang istri dan dua orang anaknya,” ujar Sabilul Alif pada beberapa wartawan malam di depan TKP malam ini.
Setelah dilakukan ketiga mayat pada pagi tadi, tambahnya, malam tadi para tetangga melakukan tahlilan bersama. rencananya akan dibawa oleh keluarga atau orang sekampungnya untuk melakukan pemakaman ke kota Kayuagung di Lampung Selatan.

Lebih jauh Kapolresta Tangerang mengatakan, awal tindak pidana yang dilakukan Nurdin saat sepulang kerja menanyakan uang arisan pada istrinya untuk pembayar utang yang ditagih teman Nurdin senilai Rp 30 Juta.

Namun dijawab istrin sudah habis. Setelah terjadi cekcok Nurdin Lukman Hidayat memukul bagian tengkuk istrinya Anah Robinah (27) dengan sebilah besi membengkak rangka beton hingga terjatuh. Tak puas sampai di situ, Nurdin bahkan mengambil pisau di atas meja dan menusuk sebanyak 6 kali.

Saat anak bungsunya bernama Karisa menangis memeluk ibunya yang jatuh tersungkur, Nurdin menarik anak bungsunya hingga terlempar kemudian juga menusukkan pisau ditanganinya ke punggung Karisa sebanyak 2 kali, hingga kedua-duanya jatuh tersungkur.

Nasib malang juga dialami anak sulung Nurdin bernama Sifa (8) sepulang dari mesjid yang berada di depan rumahnya. Melihat ibu dan adiknya sudah dalam keadaan tersungkur dan berlumuran darah, dia menangis, namun tangan ayahnya memukul tengkuknya dan membekap mulut Syifa hingga kehilangan nafas dan meninggal dunia.

Setelah tersadar dari kesetanan Nurdin sempat minum air putih dan kemudian melapor ke Pospol, kemudian membawanya ke Polsek Panongan. Setelah menyelidiki polisi melakukan ke TKP dan melihat benar ada tiga mayat di rumah Nurdin.
“Agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan Nurdin ditahan di Polsek Panongan untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Tersangka dikenakan pasal berlapis yaitu dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, undang undang tentang perlindungan anak dan undang undang tentang kekerasan dalam rumah tangga dengan akumulasi ancaman ditambah sepertiga bagiannya,” kata Sabilul Alif. (Edy)

Leave a Reply