Teganya Waker Mainin Kran Pengairan, Sawah di Tarikolot Kering-kerontang

Sawah kering di kampung baru Tarikolot

TANGERANG | BantenLink — Lahan pertanian warga yang berada di kampung baru Tarikolot, kelurahan Sepatan, Tangerang, yang nampak kering karena tidak teraliri air irigasi. Hal ini membuat petani kampung tersebut geram dan resah. Soalnya, sawah pertanian yang dulu menjadi lahan produktif sekarang menjadi lahan tandus.

LAPORAN HAERU SAROUM
ADMIN EDY TANJUNG

Seperti diungkapkan beberapa petani dan warga masyarakat setempat, Sabtu (14/10). Petani bersama warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, dengan geram  tentang lahan persawahan untuk bertani yang kering kerontang.

“Pak, kami sudah kesal, dulu air irigasi kepersawahan di kampung kita bagus, tapi sekarang sudah gak dapet kebagian air. Padahal air di kali utama kampung Pondokjaya malah banyak,” keluh seorang warga petani kepada BantenLink.

Petani bersama warga masyarakat menuntut agar sesegera mungkin sawah mereka dapat kebagian air, dan tidak kering seperti sekarang.



Akibat sangat kesal dan merasa resah, warga kampung Tarikolot mengancam apabila tidak segera ditanggapi oleh pemerintah akan membuat heboh dinas terkait. Masyarakat akan mengadakan aksi demo seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu yang lalu.

“Untuk petugas pengatur pintu air (waker) harus dapat bisa menjalankan tugasnya dengan baik, kasih air lahan pertanian warga, jangan sampai sawah kering begini,” ungkap warga petani bernada kesal.

Anehnya, di waktu yang bersamaan, tidak jauh dari tempat kediamannya, Damin (Ulu Ulu ) selaku petugas yang bekerja menjaga kebersihan saluran air irigasi, membenarkan tentang kurangnya debit air yang masuk ke persawahan warga kampung baru Tarikolot.  “Jadi keringnya sawah petani memang karena airnya tidak ada masuk ke saluran air sini. Makanya sawah kering. kalau soal itu yang mengatur buka tutup pintu air kan tugas yang mengatur (waker),” jelas Damin.

Senada yang diungkapkan ketua kelompok tani  ( Gapoktan) Subur Tarikolot, H Sutam, menyebutkan petani dan warga pemilik lahan pertanian sudah pernah menyampaikan keluhannya terhadapnya. “Sebetulnya petugas pengatur pintu air (waker) sudah tahu apa yang menjadi keresahan petani kampung kita, tapi kenapa kok masih saja sawah di sini tidak juga dapat-dapat air, sampai kering-kerontang. Kalau begini, warga yang menggantungkan penghasilannya di pertanian kan kasihan ” ungkap ketua Gapoktan kesal.

Akhirnya dirinyapun terus didesak petani dan warga yang berharap kepada dinas terkait segera dapat menyelesaikan permasalahan keresahan petani kampung baru Tarikolot, di kelurahan Sepatan.  (Haeru)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply