DIDIK REMAJA PANDAI KELOLA KEUANGANNYA



Tayangan berbagai produk konsumtif di berbagai media khususnya elektronik jelas-jelas memacu budaya konsumerisme di kalangan remaja. Untuk mendapatkan barang yang diminati mungkin tidak ada masalah untuk remaja yang memiliki orang tua berkecukupan. Berbeda dengan remaja yang dengan kondisi ekonomi orang tua pas-pasan atau malahan berkekurangan, kalau imannya  lemah akan mudah baginya terseret lingkungan yang negative. Salah-salah bisa berbuat criminal seperti banyak kita saksikan dalam tayangan TV dan media cetak

Kondisi ini seyogyanya harus menjadi perhatian orang tua agar dapat mendidik anaknya pandai dalam mengelola keuangannya, selain memperkuat iman dan taqwanya. Buat remaja yang berasal dari keluarga berkecukupan ataupun berkelebihan, saatnya mendidik mereka untuk belajar menyisihkan uang jajannya sehari-hari. Berikan pesan persuasive agar mereka mulai menabung untuk masa depanya. Sampaikan dengan bijak bahwa tidak selamanya kondisi ekonomi  keluarga akan baik terus. Ada kemungkinan terpuruk saat orang tua kehilangan pekerjaan ataupun usahanya bangkrut. Inilah momentum yang tepat mereka mempersiapkan dirinya menyimpan kelebihan jajannya untuk keadaan mendatang yang tidak bisa diprediksi. Selain itu tidak ada salahnya mendidik mereka untuk belajar wirausaha kecil-kecilan. Dengan menjual berbagai produk dan jasa yang disukainya, sehingga ada unsur “entertain” saat mereka menjalankannya.  Secara bertahap mereka dididik mandiri dan belajar menghilangkan ketergantungan uang jajan dari orang tuanya. Dana yang diperoleh dengan susah payah tentunya akan sangat mudah untuk diarahkan ke tabungan maupun investasi positif lainnya

Remaja yang berkecukupan atau berlebihan saja harus dididik mandiri dalam mengelola  keuangannya, apalagi mereka yang berlatar belakang tidak mampu.  Sangat positif mendidik remaja dalam kondisi seperti ini untuk belajar bekerja melalui berbagai aktivitas bisnis yang tidak mengganggu sekolahnya. Ada banyak sekali pekerjaan yang bisa disesuaikan dengan situasi dankondisi remaja sekarang ini. Salah satunya adalah kerja paruh waktu sepulang mereka sekolah seperti : di toko, berbagai jenis Jasa, usaha pengiriman air galon/kemasan dan lain-lain.

Melalui kerja seperti ini, tentunya remaja akan merasakan  tidak mudah untuk mendapatkan penghasilan yang halal. Sulitnya mendapatkan uang,  akan mendorong belajar menabung dan tidak hidup boros. Kalaulah kesadaran ini terus di tumbuh-kembangkan di kalangan remaja, kelak akan lahir generasi yang mandiri  dan cerdas dalam pengelolaan keuangannya.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply