Dirjen: Napi Low Risk akan Dibina di Permukiman Pemasyarakatan

Jpeg

TANGERANG | BantenLink — “Warga binaan yang berkategori telah memasuki tahap pembinaan asimilasi termasuk kategori narapidana yang beresiko rendah (low risk). Setelah melalui assessment dan mendapatkan penilaian berkelakuan baik, akan ditempatkan di permukiman pemasyarakatan (open camp) Ciangir di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.”

Demikian dikatakan pelaksana tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Ma’mun, pada saat peletakan batu pertama wahana lembaga pemasyarakatan modern yang berlokasi di Kabupaten Tangerang pada Rabu 10 Oktober 2017.

Pasalnyanya, open camp Ciangir akan dibuat dengan beberapa fasilitas, seperti gedung, area terbuka tempat sosialisasi dan area industri untuk pembinaan.



“Pembangunan open camp Ciangir akan menjadi harapan bagi narapidana karena akan dibina kemandirian sebagai untuk kembali terjun ke masyarakat,” imbuh Ma’mun di hadapan para pejabat, karyawan dan masyarakat.

Lebih jauh dikatakannya, dalam pelaksanaannya open camp di Ciangir mengusung konsep pembinaan kemandirian berbasis industri. Di tempat itu para melaksanakan dibimbing memiliki sumber daya manusia yang berpotensi sebagai bagian dari pelaku pembangunan nasional.

“Open camp Ciangir sendiri nantinya akan diproyeksikan sebagai pusat industri narapidana untuk berkontribusi dalam kemajuan ekonomi nasional, yang menjadi produk bernilai ekonomi penyokong nilai tambah perekonomian negara,” papar Dirjenpas Kemenkumham.

Dijelaskannya, selain menjadi tempat menyiapkan narapidana kembali untuk menjalani kehidupan bermasyarakat dengan baik open camp Ciangir yang berbasis industri diharapkan menjadikan warga binaan memiliki kemampuan ketrampilan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

“Tahun 2006 sebagai awal digagasnya lahan DKI di desa Ciangir untuk dijadikan rumah hunian terbaik dalam pembinaan narapidana. Pemprov DKI dan Banten akhirnya menyepakati dan menyetujui menjadi kawasan permukiman pemasyarakatan setelah sebelumnya gagal dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah terpadu,” tuntas Ma’mun. (Edy)

Tags:

Leave a Reply