Menkumham: Open Camp Ciangir Cara Modern Memerdekakan Napi



Design Permukiman Pemasyarakatan Open Camp di Ciangir Tangerang


TANGERANG | BantenLink — Pembangunan permukiman pemasyarakatan (open camp) sebagai metode modern lebih efektif daripada menjauhkan dan mencabut hak kemerdekaan narapidana. Hal itu diungkapkan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, saat peletakan batu pertama pembangunan Permukiman Pemasyarakatan Ciangir pada Rabu 11 Oktober 2017.

“Pembangunan permukiman pemasyarakatan sebagai tujuan penting dari suatu pemidanaan. Hal ini sebagai cara mereformasi para pelanggar hukum secara efektif dari pada sekedar hanya menjauhkan para pelanggar hukum dengan cara mencabut kemerdekaan mereka,” ungkap Yasonna.

Lebih jauh dikatakannya, dengan hadirnya model open camp pemasyarakatan Indonesia, berarti telah memberikan sebuah makna bahwa negara telah turut hadir dalam melindungi masyarakat.

“Pembangunan permukiman pemasyarakatan dapat mereduksi unsur-unsur kejahatan melalui pembangunan kapasitas pribadi para pelanggar hukum menjadi pribadi yang lebih baik,” imbuhnya.

Ditambahkannya, dengan mulai dibangunnya permukiman pemasyarakatan open camp Ciangir. Metodenya dengan mendorong produktivitas narapidana melalui kegiatan industri. Dengan tujuan menyiapkan calon tenaga kerja tangguh dan siap berkompetisi.

“Pemukiman pemasyarakatan Cianjur ini sebagai terobosan progresif pada pelanggar hukum untuk mendapatkan solusi dengan menghasilkan produk-produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar domestik dan mancanegara. Karena pendekatannya dilakukan secara holistik, integral dan komprehensif,” tandasnya. (Edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply