Presiden Soekarno Pernah Kunjungi Marhaen di Desa Ciangir



Rapat desa Ciangir menyambut kedatangan 3 Menteri

Lahan untuk pembangunan Lapas Ciangir

TANGERANG | BantenLink — Tujuh sosok pemimpin pemerintahan akan mendatangi Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang pada Rabu 11 Oktober 2017.

Ketujuh pemimpin publik yang rencananya datang ke desa berujung Kab Tangerang itu seperti Menkopolhukam, MenkumHAM, MenPUPR, MenPANRB, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten dan Bupati Tangerang.

Kepala Desa Ciangir, Suherdi, saat sosialisasi pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) DKI dan pelaksanaan bakti sosial Kemenkumham yang diadakan di kantor desa mengatakan, kunjungan keenam pejabat pemerintah, patut disambut gembira masyarakat desa.

Seperti diketahui, desa Ciangir berada di perbatasan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor ini. Karena semakin maju dalam pembangunan. Kini kemajuannya telah dikenal secara nasional. Terlebih dalam waktu secepatnya ada pembangunan berskala nasional yaitu Lapas Open Camp milik Pemerintah DKI Jakarta.

“Sebenarnya desa Ciangir dikunjungi pemimpin bukan yang pertama. Dulu, menurut cerita orang-orang tua dulu, termasuk kakek saya,Presiden Soekarno pernah mendatangi desa Ciangir untuk menemui petani yang dikenal dalam sejarah sebagai Marhaen. Jadi, kalau sekarang banyak bakal pejabat yang untuk membangun dan bakti sosial sesuatu yang aneh. Jika sekarang desa kita heboh akan didatangi banyak pemimpin pemerintahan, memang karena sudah dari sananya,” ungkap Suherdi.

Di hadapan peserta rapat yakni para aparatur desa, Binamas, Babinsa, Ketua BPD, LPM, TP PKK, Karang Taruna, Jaro, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, RW ketua RT disampaikannya, patut dibanggakan desa Ciangir yang dulu termasuk IDT (identifikasi desa tertinggal) kini telah berubah menjadi desa maju.

“Patut kita syukuri desa Ciangir sudah semakin maju. Coba lihat di internet, klik Google, ketik Ciangir. Desa yang dulu tertinggal, kini sudah dikenal internasional. Inilah sebenarnya perwujudan visi-misi saya sejak jadi Kades tahun 2007. Saya ingin menjadikan kampung saya menjadi maju,” ungkap Suherdi yang disambut riuh tepuk tangan peserta rapat.

Diceritakannya, Desa Ciangir dulu pernah heboh atas penolakan wilayah tersebut akan dijadikan TPST. Bahkan diakui Suherdi, kalau dulu dirinya tidak menyelamatkan desa, uang Rp 1 miliar sudah di tangannya. Namun dana sebesar itu ditolaknya karena tidak ada gunanya. Atas penolakan itu rencana pembangunan TPST DKI Jakarta akhirnya berhasil digagalkan pasca demo masyarakat ke Pendopo Bupati Tangerang.

“Penolakan saya pada TPST karena memikirkan nasib buruk yang akan menimpa masyarakat dan saudara-saudara saya ke depannya,” imbuhnya.
200 Kenderaan
Pada bagian lain Suherdi mengajak peserta rapat sosialisasi agar bersama menyiptakan suasana aman tertib dan nyaman menyambut kedatangan rombongan menteri yang diperkirakan dengan sekitar 200 kenderaan. Dimintanya agar tidak ada yang membuat malu saat peletakan batu pertama pembangunan Lapas DKI oleh tiga menteri dan pemberian santunan pada warga Ciangir.

“Semua untuk kelancaran dan kesuksesan acara sudah diatur sedemikian rupa oleh panitia pusat. dengan meminta kompensasi. Silahkan kalau mau membantu, tapi jangan meminta kompensasi. Soal keamanan sudah diatur. Pokdar Kamtibmas boleh membantu. Tidak ada kordinasi-koordinasikan, tak ada uang parkir. Jangan membuat cacat nama desa. Ini kegiatan nasional yang membuat desa kita semakin maju,” ajak Kades Suherdi pada para pemimpin 2 Kejaroan, 7 RW dan 18 RT di bawah pemerintahan desa Ciangir. (Edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply