PEDAGANG BASO DI CIPETE CAMPURKAN DAGING BABI

Suku Dinas Peternakan dan Perikanan  Jakarta Selatan menemukan langsung beberapa pedagang baso yang sedang bertransaksi  di kios penggilingan  daging yang kedapatan mencampurkan bahan bakunya dengan daging babi di Jalan Damai, Kelurahan Cipete Utara Kebayoran Baru. Pemilik kios tersebut Eka, diduga melakukan praktek haram ini  karena mahalnya daging sapi di pasaran. Saat ini harga daging sapi mencapai Rp 90 ribuan per kg, sedangkan daging babi harganya separuhnya saja sekitar Rp 45 ribu.Pengrebekan dilakukan  instansi yang berwenang tersebut bersama polisi dan telah menemukan alat bukti berupa daging babi dan baso-baso siap jual. Sekitar 50 kg daging babi ditemukan yang siap dicampurkan dengan 15 kg daging lainnya yang telah diaduk dengan tepung terigu.Sementara para penjual baso yang membeli di tempat tersebut, mereka menyatakan tidak tahu sama sekali bahwa barang yang dibelinya selama ini mengandung daging babi.Sebelumnya,  petugas telah melakukan pemeriksaan di lapangan terkait hasil pemeriksaan laboratorium yang menemukan kandungan daging babi pada baso-baso yang diteliti. Atas dasar uji ilmiah tersebut petugas dengan melibatkan pihak kepolisian melakukan razia dan menemukan pengusaha penggilingan baso  yang melakukan tindakan iilegal tersebut dibantu beberapa pekerjanya .Kelakuan tidak bertanggungjawab pengusaha penggilingan baso yang tinggal di Cipete ini keruan saja membuat para penikmat makanan polpuler ini menjadi marah. Mereka khawatir jangan-jangan praktek yang sama juga dilakukan oleh pengusaha penggilingan baso yang ada di wilayahnya. Sehingga baso yang mereka nikmati juga positip mengandung daging babi. Apa kabar dinas yang bertanggungjawab di Tangerang?

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply