Menteri akan Letak Batu Pertama Pembangunan Lapas Ciangir

Persiapan dimulainya pembangunan Lapas Ciangir

Lahan untuk pembangunan Lapas Ciangir

JAKARTA | BantenLink — Tiga menteri yakni Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPUPR) Basuki Hadumuljono, pada Rabu 11 Oktober 2017, akan melakukan kunjungan bersama ke Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.



Ketiga Menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi itu, rencananya akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan lembaga pemasyarakatan seluas 30 hektar dari 98 hektar lahan milik Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPAS), Rika Aprianti, kepada bantenlink.com, Kamis (5/10), membenarkan rencana kedatangan ketiga menteri di lokasi pembangunan Lapas yang rencananya berkapasitas tampung 5000 warga binaan itu. Untuk kesiapannya panitia akan lebih dulu melakukan gladiresik pada Senin, 9 Oktober 2017.

“Ya, acaranya hari Rabu minggu depan (11/10). Kegiatannya adalah peletakan batu pertama Lapas Ciangir dan penanaman pohon. Selain itu dilakukan juga bakti sosial berupa santunan sembako pada anak yatim dan duafa, bantuan untuk mesjid serta alat pertanian, mesin jahit, sarung dan sejadah pada masyarakat setempat. Penanaman pohon dilakukan dalam rangka hari ulang tahun (HUT) Darma Karya Dika Kemenkumham,” paparnya melalui sambungan telepon.

Lebih jauh Rika menjelaskan, peletakan batu pertama Lapas Ciangir akan menandai pembangunan open camp, 5 cluster perumahan yang berkapasitas menampung 1000 pegawai Lapas, pembangunan infrastruktur, balai latihan kerja (BLK) dan kampus Politeknik Ilmu Kemasyarakatan (PIK). Lapas Ciangir sendiri nantinya diperuntukkan sebagai solusi dalam menampung warga binaan yang sudah overload 100 persen di semua Lapas DKI.

“Open camp akan menampung warga binaan yang sudah dalam masa asimilasi (lebih dari setengah masa pidana) dan dalam persiapan bebas (memasuki duapertiga masa hukuman). Pada masa itu semua warga binaan akan dibekali ilmu kepribadian, keagamaan, ketrampilan dan kemandirian, sebelum akhirnya kembali bebas di masyarakat,” tandasnya. (Edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply