KASUS ANDI MALLARANGENG : ANTITESIS BUKUNYA “DARI KILOMETER 0,0” ?



Banyak pihak masih meragukan mantan Menpora Andi Mallarangeng terlibat korupsi. Doktor bidang politik lulusan Universitas ternama ini dianggap sebagai salah satu tokoh penting pengusung Presiden SBY yang sangat anti korupsi.  Bagaimana mungkin seorang penggiat anti korupsi bisa “terpeleset” masuk kubangan dunia kejahatan yang sangat dibencinya dan dikutuk Tuhan serta umat manusia di seluruh dunia.

Andi ditetapkan sebagi tersangka megaproyek proyek Hambalang tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan Nomor:  Sprin. Dik-46/01/12/2012 tertanggal 3 Desember.  Pelanggaran  yang disangkakan adalah Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kasus yang melibatkan mantan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat  ini melalui proses panjang. Bulan Oktober lalu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sempat ricuh saat nama Andi Mallarangeng menghilang tidak muncul dalam auditnya. Keruan saja mantan Ketua KPK yang menjadi salah satu petinggi BPK Tufiqurachman Ruki berang, dia merasa ada intervensi sehingga nama politikus muda asal Makasar ini hilang. Atas dasar itulah BPK perlu menegaskan dalam auditnya, bahwa Menpora Andi terkesan melakukan “pembiaran” terhadap penyimpangan proyek Hambalang sehingga tidak bisa melepaskan tanggungjawabnya begitu saja dalam kasus ini. Dengan hasil audit BPK tersebut, bertambahlah keyakinan KPK adanya kemungkinan keterlibatan Andi dalam proyek paling menghebohkan ini.

Presiden SBY sendiri selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat menyampaikan sikapnya melalui Juru Bicara Istana Julian Aldrin Pasha. “Sikap Presiden Jelas, yakni taat dan menghormati proses hukum”, tegasnya. Tentunya dengan memperhatikan prosesnya yang harus berjalan secara transparan dan adil.

Kejadian yang menimpa Andi Mallarangeng nampaknya merupakan antitesa dari buku yang telah diterbitkannya pada tahun 2007. Sebuah media yang terbit di Jakarta menguraikannya. Inilah pernyataan Andi  dalam bukunya “Dari Kilometer 0,0” diterbitkan 5 tahun yang lalu:

“Para Koruptor dan penjahat lainnya, bertobatlah! Segera kembalikan harta milik Negara, dan penuhi kewajiban umum Anda. Tak perlu lagi berpikir untuk kabur ke luar  negeri….Tapi jika pemimpin dan rakyat bersatu, koruptor dan penjahat akan tersapu oleh badai. Badai kehendak rakyat untuk pemerintah yang bersih dan baik”.

 

Masyarakat menunggu, apakah Andi bersalah atau justru memang masih memiliki idealisme kuat seperti yang dituliskan dalam bukunya tersebut. Kita lihat saja.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply