Gawat! Pasien Jantung Tewas Diduga Sehabis Dokter Over Beri Infus

Dr SP


Papan merek praktek dokter SP




TANGERANG | bantenlink — Seorang warga desa Rancagong, Legok, Tangerang, mengaku melaporkan dokter SP pada polisi setempat karena diduga telah melakukan malpraktek hingga mengakibatkan hilangnya nyawa keluarganya.

LAPORAN FATAH HIDAYAT
WARTAWAN bantenlink.com

Hj Diong, pasien penyakit jantung, disebutnya, diduga tewas akibat kelalaian yang dilakukan SP, dengan memberikan cairan infus terlalu berlebihan hingga 6 botol.

“Saya melaporkan dokter itu ke Polsek Legok agar tak terulang lagi kejadian serupa,” tutur pelapor pada bantenlink, Rabu (27/9).

Diceritakannya, kepercayaan mengobati Hj Diong pada SP karena disebut memiliki Surat Izin Praktek (SIP) dari Dinkes, yaitu No. 446/1/7503- Dinkes/2015.

Selain itu memiliki surat domisili usaha dari Kecamatan Legok, yakni SKDTU No 503/104/KecLgk/2017 dan keterangan usaha desa Rancagong berupa SKU No 58/SKU/Ds-11.

“Anehnya, setelah keluarga saya berobat padanya, boro-boro sembuh, malah nyawanya yang melayang,” imbuh pelapor.

Lebih jauh disebutkannya, dokter yang berpraktek di jalan Veteran Pos 2 RT 04 RW 07 No 53, diduga telah melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri dan ditengarai mencoreng baik profesi dokter.

“Kami kecewa, kalau tidak diberikan hukuman pada dokter ini akan membuat korban lagi,” ucap keluarga korban tersebut.

Sementara itu, saat ditelusuri tentang SKDU yang ditandatangani Camat Legok, H Nurhalim S.Sos, pada Rabu 27 September 2017 di kantornya, namun sedang tidak berada di tempat kerja.

“Maaf, Pak Camat-nya sedang keluar, barusan aja. Nanti lain kali aja lah datangnya,” kata seorang staf Nurhalim.

Pihak kecamatan Legok lainnya menyebutkan, penandatanganan SKTDU dikeluarkan sudah sesuai prosedur dan ketentuan. “Tidak ada kaitannya dengan dugaan malpraktek tersebut,” ketusnya. (Fatah/Edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply