Wartawan Tanpa Izin Dinas Tatakota Tangsel Dilarang Liput Bangunan



Satpam pos jaga pembangunan gedung DPRD Tangsel

TANGSEL | BantenLink — Pelanjutan pembangunan  gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang sempat tertunda menuai persoalan. Pasalnya pelaksana diduga sengaja memasang satuan pengaman (Satpam) untuk melarang wartawan melakukan tugas peliputan terkait adanya dugaan kejanggalan pembangunan mentereng di Kecamatan Setu itu.

LAPORAN FATAH HIDAYAT
WARTAWAN bantenlink.com

Seperti yang terjadi pada Selasa (26/9/2017). Tugas beberapa awak media kembali dihambat arogansi petugas keamanan Pos Penjagaan, tanpa mau membukakan pintu. “Kalau mau meliput harus mendapatkan izin dari Dinas Tatakota dan Pemukiman. Kalau tidak ada surat, ya sudah, tak boleh masuk ke dalam,” kata salah seorang petugas keamanan.

Ulah petugas Satpam tanpa menjelaskan identitasnya itu sempat beradu mulut dengan wartawan yang bertugas di Tangsel. Suasana yang sempat memanas akhirnya reda setelah sang sekuriti meminta maaf.

“Bukan saya tidak mau membuka pintu, tapi hanya menjalankan perintah,”katanya. Dia menambahkan, wartawan tidak boleh masuk ke proyek kalau tidak bawa surat izin.

Seorang wartawan bernama Robi, menyebutkan, demi menjaga etika pihaknya tindak mau ribut lebih jauh. Atas terjadinya pelarangan wartawan melaksanakan tugas di gedung wakil rakyat itu dinilainya sebagai tindak pelecehan jurnalis.

“Pelarangan peliputan pembangunan gedung DPRD Tangsel ini keterlaluan. Ini bukan yang pertama terjadi, beberapa hari silam ada beberapa orang wartawan lain yang mau meliput di sini mendapatkan perlakuan serupa dengan disuruh pulang aja,” imbuh Robi.

Dia mengatakan, tidak akan membiarkan dan mengadukan penghalangan tugas pejuang informasi pada Dewan Pers.

“Seharusnya tidak ada pelarangan seperti ini jika mereka memahami tugas dan fungsi jurnalis. Ini sama dengan perbuatan melawan UU Pokok Pers No. 40/Thn 1999 pasal 18 tentang keterbukaan Publik,” keluh Robi. (Edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply