Sejenak Bersama Kades Suherman Setelah Sertijab Desa Rancaiyuh



Kades Rancaiyuh, Suherman, dan istri

Kepala Desa Rancaiyuh Suherman


TANGERANG | BantenLink — Suherman atau Eman Dogong berdinas sebagai Kepala Desa (Kades) Rancaiyuh, Kecamatan Panongan mulai Senin (25/9), setelah melaksanakan serah-terima jabatan (Sertijab) dengan pejabat sementara (Pjs) Kades sebelumnya.

LAPORAN EDY TANJUNG
WARTAWAN bantenlink.com

Putra Abah H Jambul yang terkenal dengan pengobatan alternatif ini, meminta jangan ada lagi persoalan muncul setelah kemenangannya di Pilkades 27 September 2017. Diketahui, Bupati dan Kapolresta Tangerang sampai datang untuk memantau Pilkades Rancaiyuh karena masuk kategori zona tertentu.

Suherman menyebutkan, kampanye dan Pilkades sudah cukup menyedot tenaga dan semua pihak membuat capek. Kini Pilkades Rancaiyuh sudah selesai, telah disahkan Pemkab Tangerang dan sudah melakukan serah terima jabatan kepala desa. Dia himbau, saatnya bersama-sama fokus membangun desa agar tak lagi tertinggal.

Pada Sertijab Suherman mendahulukan mengucapkan terimakasih atas partisipasi positif semua pada kampanye dan Pilkades Rancaiyuh hingga bejalan lancar dan aman.

Mantan karyawan sebuah perusahaan ini menyebutkan, tidak akan menanggapi berita miring yang tak berguna. Alasannya, kalau ditanggapi akan terus berlanjut dan membingungkan masyarakat.

Langkah pertama di masyarakat desa, dilakukannya menyatukan kembali warga yang berbeda pilihan, dengan merangkul dan mengajak bicara semua ketua RT dan RW. Caranya mendatangi, mengundang ke rumah atau ke kantor. Dalam merekatkan silaturahmi dengan warga ia memakai cara kampung, seperti pengajian dan walimahan.

Kades baru berpenampilan sederhana ini menambahkan, sesuai arahan bupati dirinya akan tetap memberdayakan aparatur desa yang lama.

Setelah melihat kinerja atau track record selama 3-6 bulan dipastikan nya di kantor Desa Rancaiyuh yang tidak bekerja lagi (resign) bukan karena politik. Dia hanya ingin aparatur yang bekerja dengannya hanya yang bisa dan mau bekerja.

Namun yang menjadi prioritas meningkatkan kordinasi dengan pihak kecamatan agar komunikasi dan informasi kepemerintahan berjalan lancar. Selama ini, lanjutnya, kepala. desa Rancaiyuh kurang berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan dan Dewan (anggota DPRD).

Suherman mensyukuri, untuk bidang pendidikan di Desa Rancanglah ada masalah. Meski belum ada SMPdan SMA negeri, namun dia mengapresiasi ada SMP PGRI dan SMA Miftahul Khair serta SMK Kesehatan.

Ia bersyukur, infrastruktur jalan kabupaten maju akan lebih maju. Selama dijabat Pjs Kades ada usulan 3 titik jalan kabupaten yang realisasinya tahun 2018.

Untuk bidang pendidikan Suherman mengatakan sudah relatif banyak mulai tingkat SD sampai SMA. Walaupun tidak ada SMP dan SMA negeri, namun telah lama banyak SD Negeri. Ada SMP PGRI dan SMA Miftahul Khair serta SMK Kesehatan.

Dalam bidang kesehatan, lanjutnya, sebenarnya di Rancaiyuh ada Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sudah didirikan sejak puluhan tahun lalu, ketika kecamatan Panongan masih bersatu dengan kecamatan Cikupa. Untuk peningkatan Pustu Suherman ingin menghidupkan pelayanannya 24 jam.

Ingin memajukan Pustu, karena untuk mendapatkan kesehatan selama ini meskipun warga ada kemampuan, kadang tidak ada fasilitas. Ada fasilitas terkadang tidak ada uang. Untuk itu pelayanan Pustu nantinya semakin dimaksimalkan.

Jika kurang terlayani, akan diarahkan ke Puskesmas dan RSU. Sedang untuk pengobatan alternatif, ia bercanda, hanya untuk orang tertentu karena mahal biayanya.(Edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply