SMK Mandiri 1 Tangerang Unggul dengan New Management & New Culture



Para peserta didik SMK Mandiri 1 Tangerang


TANGERANG | BantenLink — SMK Mandiri 1 Tangerang, berdiri 29 tahun lalu silah menjadi salah satu dari 60 sekolah terpilih di Indonesia. Terakhir ini mendapat kepercayaan Kementerian Pendidikan pada program Teaching Factory (Tefa)

Kebanggaan dirasakan karena mayoritas yang menerima anugerah bergengsi tersebut adalah sekolah negeri. Untuk Provinsi Banten saja hanya dua sekolah yang mendapatkannya, yakni SMK Negeri 3 Pandeglang dan SMK Mandiri 1 Kab Tangerang.

Dani Irawati, selaku Kakek mengungkapkan, sekolah yang memiliki program studi Jurusan Administrasi Perkantoran (AP) dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK dengan penerapkan jam praktek terbanyak dan fasilitas terlengkap.

Kini, Jurusan TKR sedang melakukan inovasi teknologi terapan dengan rekayasa mobil traktor, kata lulusan UMS Solo itu, merancang traktor bajak sawah dengan dua jenis roda. Di jalan darat menggunakan roda ban dan waktu membajak traktor berjalan dengan gerigi tanpa melepas roda ban.

Didampingi Wakasek Sarpras Euis Setiawati dia mengatakan, dalam program Tefa bermitra bapak angkat sektor industri yang menjadi bagian yang memproduksi baut. Kedepan diharapkannya ada industri atau fabrikasi skala besar yang akan bermitra ini.

Dengan SMK 1 Panongan sendiri, tambahnya, kini sektor industri yang semula tampak enggan menerima praktek kerja lapangan (PKL) bagi para pelajar, berkat jaminan sekolah yang telah mencitrakan new management & new culture, perusahaan banyak yang memberikan kesempatan.

Sekolah dipimpinnya, akunya, sekolah ini juga mendapat kepercayaan dari Dinas Pendidikan setempat. Sebagai bukti setara dengan sekolah unggul lainnya, belum lama ini dipercaya menyambut pejabat tinggi negara beserta rombongan saat berkunjung ke Kecamatan Jambe.

Prestasi dicapai, lanjutnya, tak lain karena sekolah kejuruan beralamat di Desa Serdangkulon Kecamatan Panongan itu sejak setahun belakangan ini menerapkan new management dan new culture.

Selain itu, menjadi sekolah unggulan setelah meningkatkan pendidikan disipilin dan karakter. Penerapan kedisiplinan diutamakan dalam mendidik para siswa-siswi agar memiliki attitude yang baik sehingga dipercaya masyarakat.

Untuk menjadikan siswa-siswi berdisiplin, berkarakter dan berprestasi, jelas Irawati, memang tidak bisa instan. Perlu proses dan bertahap. Harapan hal itu bisa dicapai semua sampai akhir 2018.

Sebagai info, dalam waktu dekat para alumnus sekolah berdomisili di desa Serdangkulon ini akan mengadakan reuni akbar. Sebagai reuni pertama sepanjang dari 26 angkatan yang diharapkan sebagai ajang kumpul sekaligus bukti eksistensi selama ini. (Fatah/Edy)

Leave a Reply