Kades Dukung di Ciangir Dibangun Lapas daripada Jadi TPST Jakarta



Kades Ciangir H Suherdi dan istri

TANGERANG | BantenLink — Kepala Desa Ciangir, Kabupaten Tangerang, H Suherdi, menyatakan sangat bersyukur terkait rencana Pemprov DKI menjadikan lahan seluas 98 hektar di wilayahnya sebagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Untuk itu dirinya mendukung 100 persen rencana tersebut, terlebih tak akan akan dijadikan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST).

LAPORAN EDY TANJUNG
Redaktur bantenlink.com

Kades yang mirip Presiden RI pertama Ir Soekarno dan sejak memimpin desa di tahun 2007 itu mengatakan, adanya Lapas akan menjadi potensi wilayah. Hal itu sejalan visi dan misinya sebagai Kades yakni ingin memajukan tanah kelahiran yang dulu dicap dalam identifikasi desa tertinggal (IDT).

“Makanya, ketika saya mendapatkan informasi tentang kedatangan Bapak Dirjen Lapas da riPak Budi seorang petinggi Lapas Jambe (tak jauh dari desa Ciangir), meskipun tidak mendapat undangan resmi, kesempatan ini saya gunakan untuk mencari tahu,” ungkap Suherdi pada bantenlink.com saat berkunjung di kantornya.

Ditambahkannya, daripada tidak mengetahui apa yang akan dibangun di wilayahnya, lebih baik mengalah saja mendatangi kegiatan Dirjen Lapas. “Kan gak lucu kalau ada wartawan yang menanyakannya pada tapi saya tidak mengatahuinya,” imbuhnya.

Suhardi menyebutkan, pembangunan Lapas Ciangir akan segera dimulai. Dia diberitahu bahwa anggaran dananya sudah ada, tinggal perealisasian. Bulan September ini dilaksanakan pengukuran ulang oleh BPN yang seterusnya akan dibangun fisik proyeknya.

Diceritakan Suherdi, dirinya memanjatkan syukur pasca perubahan rencana dari TPST menjadi Lapas. Kades Ciangir yang telah dua kali menjabat ini menyebutkan, telah melihat desain Lapas yang sangat bagus dan tidak seperti penjara pada umumnya.

“Pokoknya mencontoh Lapas di Amerika-lah. Di depan jalan Cor DKI akan dibuat gerbang masuk. Sepanjang kali yang membatasi lahan pun akan dicor rapi dan dibuat taman. Dirjen yang habis studi banding akan mencontoh Lapas seluas 500 hektar di AS . Lapas yang akan dibangun disini dibangun modern dan diperuntukkan pada narapidana yang akan kembali ke Masyarakat,” paparnya.

Lebih jauh disampaikan suami ibu rumah tangga bernama Hj Icih ini, setelah dilakukan pemagaran lahan 98 hektar dan pembangunan Lapas 30 hektar, sisa lahan lainnya akan dibuat perkebunan ketimun dengan petaninya adalah napi. Selain itu digunakan untuk dinas yang memerlukan, seperti panti jompo, balai latihan kerja.

“Lapas Ciangir yang akan akan dipagar, yakni sebelah selatan berbatasan dengan Padangpanjang Bogor, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Jambe Tangerang, sebelah utara dengan TPU Nangela Ciangir, dan sebelah timur dengan desa Babat,” terang Suherdi lagi.

Pada bagian lain, Kades yang dikenal dengan sebutan Pak “Lurah” Ocan itu selalu menggali potensi desa agar bisa bermanfaat bagi segenap lapisan masyarakat. Jika tidak bermanfaat akan langsung ditolaknya.Seperti rencana mau menjadikan Desa Ciangir menjadi tempat pembuangan sampah terpadu pada tahun 2011.

“Waktu MoU Pemprov DKI dan Kabupaten Tangerang saya menolaknya. Kalau Ciangir dijadikan tempat sampah mau jadi apa desa kami. Karena lebih banyak mudharat-nya menjadikan Ciangir menjadi tempat sampah, akhirnya Pak Ismet Iskandar dan Pak DKI Fauzi Bowo waktu itu tidak melanjutkan setelah penolakannya diparipurnakan di DPRD,” cerita Suherdi yang selain “Lurah” juga dikenal sebagai produsen dan distributor terpal plastik itu.

Bersyukur Suherdi tentang TPST Ciangir, karena sejauh ini dengan teknik apapun TPST tetap mencemari lingkungan. Belum lagi soal dampaknya yang mencemarkan lingkungan serta menjadi sarang penyakit. Sejauh ini diketahui, belum ada TPST yang baik. Meskipun ada rencana pembangunan Puskesmas pada waktu itu, lanjutnya, prinsip pencegahan tetap lebih baik daripada mengobati.

“Semua TPST hanya mencemari lingkungan dan menimbulkan bencana. Seperti yang terjadi di Bogor. Bahkan orang Jepang tadinya ingin mengurusi sampah di Bantargebang saat meninjau lokasi kemudian tak jadi mengelola sampah kita,” ucap Suherdi mengakhiri sambil terkekeh. (Edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply