KONGGRES TOKOH AGAMA IV : KEMBANGKAN BUDAYA MALU SELAMATKAN BANGSA

Krisis yang dialami bangsa Indonesia saat ini salah satu akar masalahnya adalah moralitas yang semakin rusak di kalangan elit baik di tingkat local maupun nasional serta tidak dimilikinya  rasa malu  ketika melakukan tindakan tercela.  Karena itu perlu dikembangkan budaya malu mengundurkan diri sebagai pemimpin ketika jelas-jelas melanggar hukum dan etika.Rekomendasi ini disampaikan oleh Konggres Tokoh Agama IV yang diikuti tokoh agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu se nusantara.



Dalam pandangan peserta konggres, keadaan yang merusak kehidupan bangsa ini berlangsung di semua kalangan, baik  lembaga pilar demokrasi seperti  eksekutif, legislative dan yudikatif, maupun pengusaha dan masyarakat.  Wajar saja begitu mewabah di masyarakat kita berbagai pelanggaran hukum, konflik dan pergesekan serta perilaku yang merendahkan martabat di berbagai wilayah Indonesia.  Padahal semua agama mementingkan rasa malu bagi setiap pemeluknya yang taat.

Konggres juga sedang merumuskan gerakan moral untuk menyelematkan bangsa melalui budaya rasa malu, khususnya bagi para pemimpin yang telah melakukan perbuatan tercela  tapi tidak memiliki rasa berdosa dengan akhlaknya yang buruk. Sehingga dia terus merajalela melakukan berbagai kemungkaran di muka bumi.

Rasa malu perlu ditumbuhkembangkan untuk memperbaiki kualitas moral bangsa. Dengan demikian akan tampil para pemimpin yang  menjadi teladan karena sangat memperhatikan etika dan kepatutan masyarakat.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply