Qurban Tumbuhkan Sifat Adil & Toleransi, Kini Dagingnya Rata Dibagi



H Zainuddin SPd Anggota DPRD Kabupaten Tangerang

TANGERANG | BantenLink — Meski dirasakan mengalami pergeseran makna, nilai sakral ibadah kurban kini menumbuhkan sikap toleransi bersosial. Pemberian hewan sembelih umat Islam yang dilakukan pada setiap Hari Raya Idul Adha itu, tidak lagi hanya diperuntukkan hanya bagi yang kurang mampu, tapi semua bisa mendapatkannya.

Menurut Zainuddin selaku Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Partai Gerindra, diduga karena agak sulit mencari yang benar-benar tak pernah makan daging menjadikan daging kurban saat ini dibagi merata kepada siapapun. Agar adil semua mendapatkannya. Bahkan panitia qurban juga membagikannya pada yang berlain keyakinan.

“Ya, kini pembagian durban adil, semua warga mendapatkannya. Beda dengan zaman dulu, daging kurban benar-benar diberikan pada orang miskin yang tak sanggup membeli daging. Pokoknya, dulu ketat, kalau di sekitar tak ada orang tak mampu sebagai penerima kurban, dicari di tempat lain sampai dapat,” papar Zainuddin.

Waktu itu, lanjutnya lagi, masyarakat yang berkurban sapi misalnya, berkurban bareng tetangga. Itupun sapi yang dibeli tak boleh ditawar. Berkurban seperti dilakukan bergantian dengan tetangga atau saudara. Semua dapat giliran dalam bekurban. Yang telah berkurban baru kembali berkurban lagi setelah semua dapat giliran,” imbuhnya.

Disebutkan Zainuddin, dalam satu keluarga ada satu atau dua yang berqurban. Dalam ijab kabul disebutkan kurban dari siapa dan untuk atas nama siapa. Pengurban meskipun ada bagian, kalau ingin makan dagingnya, biasanya menggantinya. “Daging korban ditukar dengan ayam,” tandasnya. (ed)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply