Kasihan, Jari Muhdi Buntung di Pabrik & Karena Cuti 1/2 Gajinya Disunat Jua

Muhdi

TANGERANG | BantenLink — Malang benar nasib Muhdi pekerja harian di PT SBYT, dikenal memproduksi snack JGR,yang berpabrik di Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Naas baginya, saat memperbaiki cutter di dapur produksi pada akhir Mei 2017 tangannya malah tertimpa mesin tajam iru. Tak terelak, beberapa jarinya pun remuk serta satu ruasnya terpaksa harus diamputasi.

Adik Muhdi bernama Ndan menyampaikan rasa keprihatinannya pada bantenlink.com, Minggu (20/8), pada nasib yang menimpa saudaranya. Terlebih, Muhdi yang berputra satu bekerja 12 jam per hari dari pukul 7 malam hingga 7 pagi hanya bergaji Rp 45 ribu per hari.

“Rasa sakit dirasakan kakak saya sudah 3 bulan. Meskipun sudah dirawat di RSU Tangerang dan RS Awal Bros, namun sampai sekarang belum sembuh. Kang Muhdi masih belum bisa bekerja, jari-jari tangannya masih sakit dan kaku,” ujar Ndan



Muhdi menyebutkan dirinya harus membiayai hidup istri dan anak hanya berharap secepatnya bisa bekerja. Terlebih, gajinya saat ini dipotong separuh dari Rp 45 ribu per hari. “Perusahaan pun kini malah tak lagi menanggung pengobatan, saya tidak ke rumah sakit lagi, tidak rawat jalan, cuma diterapi sendiri aja,” ungkap Muhdi bernada sedih

Dia menambahkan, telah menyampaikan permintaan kebijaksanaan santunan yang layak untuk dapat mengatasi penderitaannya pada bagian personalia yang menjadi penanggungjawab PT SBYT. Tapi jawaban manajemen pabrik yang memroduksi snack tersebut tidak mengenakkan.

“Saat saya minta pertanggungjawaban atau kebijakan, bagian personalia malah bilang: Kalau mau duit, bisa. Tapi tidak tahu dikasih berapa dan kamu tidak bisa lagi bekerja,” ujar Muhdi menirukan kata-kata bernada mengancam manajer personalia yang disebutnya bernama Kris.

Saat bantenlink.com ingin mengonfirmasi tanggung jawab perusahaan pada Kepala Personalia PT SBYT namun sedang libur hari Minggu. Penjelasan hanya diperoleh dari Kepala Keamanan bernama Bakri yang rumahnya berdekatan dekat pabrik yang memproduksi snack berhadiah untuk pangsa anak-anak itu.

“Perusahaan siap aja mengikuti kemauan korban dan aliansi yang membantunya sepanjang prosedurnya benar. Kita sudah maksimal mengikuti prosedur dan biaya pengobatan sudah besar,” kilah Bakri tanpa menyebutkan berapa biaya yang telah dikeluarkan perusahaan.

Komandan Satpam di perusahaan berkaryawan lebih 200 orang itu berjanji akan menghubungi lagi keluarga Muhdi. Diakuinya,perusahaan telah dapat arahan “orang” Disnaker yang dirahasiakannya namanya. “Sekarang perusahaan sedang mengurangi karyawan. Untuk jelasnya, nanti datangi personalia saja,” tandas Bakri. (edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply