Jari Buruh Press Remuk Saat Kerja BPPKB Tuntut Pabrik Penuhi Hak Korban

Deriyanto Korban kecelakaan kerja bersama keluarga dan tim advokasi BPPKB Sepatan

TANGERANG | BantenLink — Seorang buruh pabrik PT Sumber Karya yang baru bekerja selama satu setengah bulan bernasib naas. Jari tangannya remuk dan putus akibat tergencet mesin press pabrik yang beralamat di Kampung Bayur Opak,  Desa Lebakwangi, Kecamatan Sepatan Timur.

Akibatnya, pemuda yang kehilangan 4 jari tangan kanannya itu seakan kehilangan masa depan jika tidak diterima lagi bekerja di perusahaan tersebut. Pasalnya, jika mau melamar pekerjaan di perusahaan lain belum tentu diterima karena kondisi cacat jari tangannya permanen.

Deriyanto ( 19 ), pemuda malang itu, hingga kini masih masih dalam kondisi trauma dan belum bisa melupakan musibah yang menimpanya. Saat menjalankan tugas mengepres plat di PT Sumber Karya pada Rabu 9 Agustus 2017, jarinya tergencet mesin Press hingga remuk yang mengakibatkan dirinya kehilangan jari-jari tangan kanannya.

Pihak keluarga sangat menyayangkan jika perusahaan sampai tidak perduli pada nasib yang dialami karyawannya. Bahkan semenjak Deriyanto menjadi korban dan dalam masa pengobatan hingga kini belum ada kepastian dari perusahaan apakah masih menerima Deriyanto sebagai karyawan.

“Bagaimana tentang nasib dan masa depan anak kami nanti kalau tidak diterima bekerja lagi di PT Sumber Karya,” keluh orangtua Deryanto saat bantenlink.com dan pengurus Ormas BPPKB menyambangi di kediamannya di Kampung Bayur Encle RT 05 RW 06, Jumat (18/8).



Catur Winarta penasehat DPAC BPPKB BANTEN Kecamatan Sepatan mengatakan pihaknya bersedia menjadi pendamping Deriyanto untuk mendapatkan hak-haknya sebagai buruh dan bisa bekerja kembali. Dia menegaskan, atas kejadian itu sebagai bagian dari warga Kampung Bayur pihaknya menuntut perusahaan tempat Deriyanto harus berlaku adil. “PT Sumber Karya seharusnya menjujung tinggi hak-hak pekerja” cetusnya.

Sementara itu, ibunda korban, Taryah, menuturkan sempat shock saat mendengar anak sulungnya kecelakaan di tempat bekerja. Pas kejadian, sebut Tarbiyah sekujur badannya, langsung lemas dan menjadi kehilangan harapan pada anak sulung yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Saya menangis terus memikirkan musibah yang menimpa anak saya. Apalagi saat melihat cacat yang diderita anak saya, berapapun nilai uang yang diberikan tak cukup untuk menggantikan jari tangan anak saya yang tidak mungkin bisa kembali seperti semula,” ungkapnya dengan berlinang air mata.

Begitu juga halnya ayah korban, Kasri, mengeluhkan kepada jajaran anggota Ormas DPAC BPPKB BANTEN Sepatan, tentang kejadian kecelakaan Deriyanto, meski dibawa ke rumah sakit namun sama sekali tidak dirawat.

“Setelah kejadian malamnya Deryanto droop dan membuat kami panik. Tapi karena tidak ada iktikad baik PT Sumber Karya akhirnya saya berupaya menangani sendiri agar anak saya tidak kenapa-napa ” keluh Kasri.

Ditambahkannya, sejauh ini pihak perusahaan baru sebatas memberikan perobatan belum bertanggung jawab sesuai ketentuan yang diatur dalam Undang Undang Ketenagakerjaan. Orangtua Deryanto sendiri bingung tentang masa depan anaknya. Untuk itu diharapkan PT Sumber Karya mau menjamin anaknya dapat bekerja di perusahaan tersebut.

“Kalau pun anak saya mau melamar masuk kerja di perusahaan yang belum tentu dapat di terima karena, kondisi tangan nya cacat, ” tandas Kasri. (Haeru Saroum/ed)

Leave a Reply