KETUA KPU KABUPATEN TANGERANG : PILKADA BERPELUANG SATU PUTARAN?



Pernyataan Ketua KPU Kabupaten Tangerang di media nasional bahwa pilkada Kabupaten Tangerang  berpeluang satu putaran  disayangkan banyak pihak. Statement ini bisa mengesankan ada keberpihakan elit panitia penyelenggara pemilu ini dengan salah satu peserta dengan membangun opini yang bisa mempengaruhi pemilih yang jumlahnya 1.951.387 orang.  Seyogyanya  sebagai wasit yang adil Jamaludin tidak membuat pernyataan yang mendahului proses pemilukada yang akan digelar pada 9 Desember mendatang. Sebagai pejabat public  yang bersangkutan seharusnya bisa menjadi tauladan dengan tidak menyampaikan sesuatu  yang bisa memanaskan situasi di minggu tenang jelang pemilihan berlangsung. Demikian beberapa pernyataan tokoh-tokoh masyarakat yang berharap pemilukada kali  ini bisa berjalan dengan baik dan lancar tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat.

Realitas politik pilkada di Indonesia untuk bisa mencapai 70 persen dari jumlah pemilih saja sulit terealisasikan. Apalagi di Kabupaten Tangerang yang selama reformasi bisa dikatakan pembangunan berjalan di tempat, atau malahan semakin mundur. Dua  Periode kepemimpinan Bupati  Ismet Iskandar begitu banyak mengecewakan warga masyarakat, khususnya yang tinggal di perumahan. Kondisi ini tentu saja akan menambah tingginya warga untuk tidak ikut memilih, karena siapapun yang akan memenangkan pemilihan kepala daerah jelas-jelas dalam pandangan mereka tidak akan membawa perubahan apapun.

Selain itu, minimnya sosialisasi langsung oleh panitia pemilihan selain lemahnya publikasi melalui media menambah  besarnya masyarakat  untuk tidak berpartisipasi pada pemilukada.  Begitu juga, meningkatnya jumlah pemilih baru terutama remaja yang telah memiliki hak politik,  relative tidak tersentuh oleh panitia penyelenggara. Karena itu banyak pengamat menilai sulit sekali tingkat partisipasi bisa mencapai 70 persen, angka 60 persen saja dianggap dalam pandangan mereka  sudah memadai.

Dengan kondisi objektif demikian sulit sekali pemilukada di Kabupaten Tangerang bisa berjalan satu putaran. Pemilihan tanggal 9 Desember nanti kelihatannya tidak akan menampilkan calon yang bisa mendapatkan perolehan suara diatas 30 persen. Dalam pengamatan kami “pertandingan” akan  berjalan sengit.  Masih banyak factor penting yang tidak bisa diprediksi pada pemilukada Kabupaten Tangerang, termasuk semakin cerdasnya warga Tangerang, sehingga kekuatan financial tidak memberikan jaminan apapun untuk menang.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply