KEMATIAN PESEPAKBOLA MENDIETA : PERMALUKAN INDONESIA DI DUNIA

Kasus kematian pesepakbola Persis Solo Diego Mendieta permalukan Indonesia di dunia internasional. Pemain asal Paraguay  ini meninggal di rumah sakit karena tidak adanya biaya pengobatan akibat belum dibayar klubnya.  Kejadian ini juga semakin memperburuk citra sepakbola tanah air yang selalu dirundung konflik antara PSSI Djohar Arifin Husin dengan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) La Nyalla Mattalitti.



Pemerintah seyogyanya bisa bertindak tegas untuk memperbaiki citra sepakbola di mata internasional dengan membenahi organisasi induk sepakbola dan klub-klub sepakbola yang terus  menerus dirundung permasalahan.  Sesuai Pasal 122 Undang-Undang Nomor 16 tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Keolahragaan  secara jelas dituliskan pemerintah dapat memberikan sanksi adminstratif mulai dari peringatan, teguran, pebekuan izin sementara, hingga pencabutan izin organisasi dimaksud.

Karena itu terhadap Persis Solo yang jelas-jelas tidak menjalankan isi kontraknya dengan Mendieta seharusnya dicabut saja izin organisasinya atau dibubarkan. Keputusan tegas ini perlu dilakukan agar klub tersebut bisa menjadi pelajaran berharga kepada klub-klub yang lain untuk menjalankan kontraknya dengan benar terutama terkait jaminan kesehatan dan asuransi serta pembayaran gajinya.

Terkait konflik PSSI dan KPSI, saatnya juga pemerintah tegas. Apabila kedua organisasi sepakbola ini tidak mampu bersatu untuk penyelenggaraan Kongres PSSI selambatnya 10 Desember 2012 sesuai permintaan FIFA, atas nama  UU maka sepakbola nasional harus diambil alih pemerintah.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply