Sekdes Carenang: Realisasi APBdes Fiktif Kades Marsudi Menghilang



Sekdes Carenang Madlupi

TANGERANG | BantenLink — Dikucurkannya dana APBDes 2016 oleh pemerintah pusat dan daerah menjadi momen bauk bagi aparatur pemerintahan desa untuk memajukan wilayahnya. Namun tidak demikian yang terjadi di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang,Banten. Marsudi selaku Kades setempat yang menjabat sejak 2013, seperti menuai nasib apes pasca pencairan tahap I APBDes Desa Carenang tahun 2017. Diduga tidak melakukan realisasi kegiatan dari dana ABDes yang dicairkankannya.

Menurut Sekdes Carenang, Madlubi, Marsudi diduga telah mencairkan dana ABDes tahap 1 yakni separuh total penerimaan anggaran dari pemerintah itu tanpa melibatkan Bendahara dan aparatur desa lain.

“Yang baru direalisasikannya baru pembagian siltap (penghasilan tetap) untuk aparat desa, sementara anggaran lainnnya tak direalisasikan. Bahkan sejak 3 Juli 2017 Kades Marsudi tidak lagi masuk kantor dan tidak bisa dihubungi. Akibatnya, kegiatan kantor desa Carenang menjadi mandek,” papar Madlubi pada bantenlink.com, Rabu (27/7) di ruang kerjanya.

Meski begitu, dirinya tetap harus masuk kantor karena selaku ASN wajib melayani masyarakat sekalipun tanpa kehadiran kepala desa.

“Kabarnya Pak Kades sedang dililit utang makanya menghilang. Jadi, dimana keberadaan Pak Marsudi pun tak ada yang tahu. Di rumahnya dekat kantor desa tak ada, begitu juga di rumah lainnya dekat Perumahan Surya di desa Cempaka. Sedangka handphone-nya nomor 081252023222 juga mailbox. Ini bikin repot saya. Kalau terus mencarinya kan pekerjaan saya melayani masyarakat jadi terbengkalai nih,” keluh Madsupi lagi.

Sekdes tersebut mengakui, kini hubungan antara Kades Marsudi dengan para bawahannnya seperti tidak bersinergi. Madlubi menjadi merasa sulit bekerja, sedang kalau bergerak sendiri takut salah dan melangkahi pimpinan. Laporan kedinasan yang dibuat dengan menggunakan tenaga operator desa pun tidak tahu progresnya.

Saat ditanya laporan APDes, Marsudi menyebutkan harus melihat buku dulu.

“Ya, seharusnya bulan Juli ini sudah ada pelaksanaan kegiatan pembangunan. Tapi sekarang desa Carenang baru hanya merealisasikan siltap. Yang lainnya belum direalisasikan atau fiktiflah jadinya. Semua urusan Pak Kades yang menangani, tapi baliho aja belum dipajang,” imbuh Madsupi.

Sekdes itu mengaku saat ini merasa capek bekerja di Desa Carenang karena kegiatan desa tidak berjalan baik. Namun untuk kelancaran pemerintahan desa, dirinya pun telah meminta keluarga Kades Carenang itu mau menyambungkan komunikasi agar pelayanan kepada masyarakat bisa lancar.

“Kegiatan desa kan harus bisa berjalan baik,” ucapnya.

Sebagai informasi, Desa Carenang berada di ujung sebelah barat Kecamatan Cisoka yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang, Banten. Desa Carenang dengan luas lahan 519 hektar, sebagiannya adalah lahan persawahan darat. Jumlah penduduk 7200 jiwa yang bekerja sebagai petani, buruh dan pegawai negeri.

“Sebenarnya Desa Carenang pada memiliki prestasi yaknitahun 2017 menjadi juara umum MTQ Kecamatan Cisoka. Dulu, semasa masih dijabat Kades bernama Sutarto pada 1997 pernah pula meraih juara tingkat nasional P2WKSS. (ed)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply