Hindari Gejolak Kades Serdangwetan Sosialisasikan Pengurangan Jatah Raskin



Sosialisasi pengurangan jatah raskin

TANGERANG | BantenLink — Berkurangnya jumlah penyediaan beras untuk rakyat miskin dikhawatirkan menimbulkan menyulut keresahan di Desa Serdangwetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Pasalnya, jika pada bulan-bulan sebelumnya mendapatkan 421 karung, kini berkurang separuhnya, yakni hanya mendapatkan 214 karung untuk dibagikan pada rakyat miskin.

Tak mau menuai persoalan di desanya, Kepala Desa Serdangwetan, Hartono, Kamis (20/7) mengumpulkan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa, kepala dusun, ketua rw, ketua RT tokoh masyarakat dan ulama agar bisa satu suara terkait berkurangnya jatah beras miskin di desa setempat.

“Penyaluran raskin untuk Serdangwetan yang biasanya 421 karung menjadi 214. Akan dibagikan sesuai nama-nama berdasarkan lis yang dibuat Dinas Sosial. Untuk itu kami mengundang bapak-bapak agar bisa menjelaskan ke warga agar tidak ada kesan pilih kasih,” ungkap Hartono pada sosialisasi yang diadakan di aula balai desa.

Ia menjelaskan, nama-nama penerima beras raskin dari a sampai z semua sudah tertera di daftar yang dibuat Dinsos. Meski begitu, diharapkan yang sebelumnya mendapatkan dan kini tidak lagi sebagai penerima raskin dengan harga murah akan dapat memahaminya.

“Nanti kita cari solusi agar tetap bisa membantu masyarakat,” imbuh Hartono.

Sementara itu, Ketua BPD, Alexander, menyebutkan, sosialisasi penyaluran atau pendistribusian raskin yang rutin dilakukan setiap bulan saat ini mengalami perubahan signifikan sehingga riskan menimbulkan persoalan.

“Ketua RT bersentuhan langsung dengan warga, sedangkan pengurangan pemberian raskin dikhawatirkan menimbulkan gejolak. Permasalahannya menyangkut kuota berkurang, sedangkan datanya dari Dinsos. Jadi, yang biasa dapat, kini mungkin tidak dapat lagi, bahkan dikhawatirkan menimbulkan gejolak,” ucap Alexander.

Dia mengharapkan, para Ketua RW dan Ketua RT harus satu kata atau persepsi menyampaikan informasi. Menurutnya, tidak bisa berjalan sendirI untuk menjelaskannya pada masyarakat awam agar bisa memahami persoalannya. (edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply