Manisnya Perbedaan dalam Kebhinnekaan | E H Tajuddin Syarif



Habibullah Al Faqir Illallah E H Tajuddin Syarif


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kepada anak-cucuku: Janganlah kalian membuang waktu untuk menuntut ilmu. Kedalaman dan keluasan pengetahuan akan mengantar kalian menjadi manusia yang arif dan bijak.

Kedewasaan kalian adalah menyadari kekurangan dan kelemahan dengan mawas diri.

Kebijaksanaan kalian sebagai anak bangsa adalah memahami bahwa: Kebodohan itu hanya menjadikan kalian picik, licik, dan sindiq.

Ingat, revolusi itu bukan berarti menabuh genderang perang, melainkan melestarikan keindahan budaya dengan menepis permusuhan dan perpecahan.

Bersatu kita teguh, bercerai-berai kita runtuh. Untuk itu jadilah kalian pandu di garda terdepan menyerukan betapa manisnya perdamaian dalam kebhinnekaan.

Pahlawan sejati bukanlah mereka yang mengharap bintang jasa, melainkan yang mau mengorbankan jiwa raganya bagi kelestarian kemerdekaan yang tenteram damai, gemah ripah lohjinawi.

Semoga kelak kalian menjadi anak-anak yang arif dan bijaksana, anak-anak yang mencintai budaya dalam kebhinnekaan, bersatu sebagai bangsa yang berdaulat.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Habibullah Al Fakir Illallah, E. H. Tajuddin Syarif. Pembina Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas, Kabupaten-Kota Tangerang, Banten.

Tags:

Leave a Reply