RAKYAT JANGAN PILIH CALEG 2014 BERMASALAH DI LINGKUNGANNYA



Rakyat harus semakin kritis saat memilih calon legislative yang ditawarkan partai politik pada pemilu legislative 2014. Begitu banyak kasus negative yang melibatkan wakil rakyat saat ini karena saat pemilu 2009 rakyat tidak mengenal dengan baik calon yang dipilihnya. Media cetak dan elektronik saatnya nanti harus  mempublikasikan secara lengkap kader-kader bermasalah yang ditawarlkan partai politik peserta pemilu 2014. Tidak sulit bagi media untuk mencari tahu kader tersebut, cukup mendatangi domisili yang bersangkutan, kemudian wawancarailah tokoh-tokoh masyakat baik formal maupun non formal. Sebagai media tentu prinsip cover both side (pemberitaan berimbang) harus ditegakan agar tidak ada unsur fitnah  dan perusakan nama baik kader tersebut. Dengan demikian masyarakat mendapatkan informasi akurat dan bisa dipertanggungjawabkan terkait kader tersebut dan tidak dijumpai lagi kasus-kasus yang akhirnya merugikan para pemilih karena salah pilih.

Media punya peran penting untuk terus mengikuti dari awal calon-calon yang akan tampil pada pemilu mendatang. Sehingga kader tersebut harus  segera bisa memperbaiki keberadaannya di lingkungan kalau ingin serius tampil berkompetisi dengan calon-calon lainnya. Pers sebagai lembaga control social pada situasi ini sangat dibutuhkan kehadirannya oleh masyarakat dan partai politik calon peserta pemilu 2014 untuk mengawasi dengan ketat sepak terjang kader partai tersebut. Tentu menjadi harapan rakyat partai politik harus semakin menguat perannya dalam menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik untuk menyalurkan asprirasi dan mensejahterakan masyarakat. Dan itu bisa terjadi kalau partai politik sungguh-sungguh memperbaiki dirinya, salah satunya  dengan menampilkan kader-kader terbaiknya yang memiliki kredibilitas dan integritas tinggi di masyarakat. Atau mau bertahan seperti saat ini? terkesan asal-asalan dalam melakukan rekrutmen kadernya di legislative- sehingga tunggulah saatnya, partai seperti ini kelak hanya tinggal fosil saja  karena ditinggalkan pemilihnya.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply