Tepis Manfaatkan Dana Hibah KNPI Banten akan Jalin Kerjasama Semua Dinas



Rano Alfath

Rano Alfath


BANTEN | BantenLink — Pasca terpilihnya Rano Alfath menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Banten, sebagai hasil Musyawarah Daerah (Musda), di Serang pada 22-23 Mei 2017, banyak tugas penting yang diembannya.

Salah satu tanggung jawab yang harus dilaksanakan putra terbaik dari Partai HANURA, yang juga menjadi legislator DPRD Provinsi Banten itu, adalah melakukan konsolidasi untuk soliditas para para pengurus dalam memajukan organisasi.

DPD KNPI Provinsi Banten, katanya, bertekad menghapus stigma negatif tentang induk organisasi kepemudaan (OKP) dari tudingan tidak bekerja dan tak ada manfaatnya. Kecuali hanya menghabis-habiskan anggaran dari Pemerintah atau dana hibah saja.

“Kami mengubah pandangan negatif tersebut menjadi positif. Tapi yang lebih dulu harus kami lakukan yakni penyusunan formatur pengurus yang berkualitas. Sesuai peraturan, kita pun akan memprioritaskan formatur yang berusia di bawah 30 tahun, karena masih energik dan bersemangat idealisme.

Baru kemudian akan fokus pada program kerja yang dicanangkan. KNPI akan bekerjasama dengan Dinas-dinas yang memiliki kegiatan di bidang pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan perekonomian,” papar Rano Alfath dengan mimik muka dan nada suara bersemangat.

Ketua KNPI Banten yang baru untuk periode masa kerja 2017-2020 ini menerangkan, dirinya ingin mengubah image induk organisasi pemuda agar bisa sebagai organisasi yang cakap dan mandiri, dengan berproyeksi menjalin kerjasama saling menguntungkan dengan berbagai pihak.

“KNPI kini tidak mau dicap lagi sebagai organisasi hanya bisa menadahkan tangan dan ajang untuk mencari untung para pengurusnya. Untuk itu secepatnya kami akan bekerja sama dengan Dinas-dinas, misalnya Dinas Sosial, Dinas Binamarga dan Pengairan atau Dinas Pendidikan yang banyak kegiatan pendampingannya. Jadi tidak bertumpu ke Dispora saja,” imbuh wirausahawan muda inovatif tersebut.

Ditambahkannya, berdasarkan Peraturan Daerah saat ini, Pemerintah daerah mengalokasikan dana sebanyak 2 persen untuk pembinaan pemuda. “Jadi akan ada anggaran sekitar Rp 200 Miliar yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan organisasi,” tandas Rano Alfath (ed)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply