Berdayakan Potensi Desa Bappeda dan ITI Garap Rencana Kawasan Wisata Terpadu di Lengkongulama BSD City



Kawasan pinggir sungai Desa Lengkongkulon

Kawasan pinggir sungai Desa Lengkongkulon

TANGERANG | Meski berada di tengah Kawasan Elit BSD City Kampung Lengkong Ulama di Desa Lengkongkulon, Kecamatan Pandangan, Kabupaten Tangerang, Banten, akan dibuat kawasan wisata komunitas yang terjangkau.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang dan Indonesia (ITI) akan menjadikan sebagai tempat penanganan prioritas sebagai kawasan terpadu dan mandiri.

Saat kini proses kegiatan di kampung dikenal tempat kiai dan produk kaligrafi itu yang dilakukan Bappeda dan ITI telah mencapai kordinasi tim, survey lapangan, pemetaan (social maping) dan melakukan diskusi kelompok (forum group discussion.)

Hal ini dibenarkan Kepala Desa Lengkongkulon M Faiz SH. Menurutnya, Kampung Lengkongulama akan diwujudkan sebagai kampung alami, modern dan religius. Rencananya akan ditingkatkan infrastruktur berkualitas dengan meningkatkan daya tarik dan daya saing dengan pengembangan potensi yang ada.

“Adapun yang akan dibangun adalah pengembangan kegiatan ekonomi melalui wisata kampung air, penyediaan penginapan (holiday), ruang terbuka hijau yang alami dengan dibuatkan jalur sepeda,” ujar M Faiz pada bantenlink.com.

Selain itu, tambahnya, aka dibangun gerbang utama, revitalisasi rumah cagar budaya, Museum Raden Arya Wangsakara dan IPAL dengan konsep yang dibuat berkelanjutan dengan memadukan unsur potensi yang ada di Kampung Lengkongulama.

“Konsepnya berdasarkan nilai historis, religius, natural dan settlement dibuat oleh Institut Teknologi Indonesia Laboratorium Pengembangan Komunitas Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota,” tandas M Faiz. (ed)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply